Gerakan Freemason dalam Lintasan Sejarah Indonesia

Meski ratusan tahun beroperasi di Nusantara, keberadaan Freemason (Belanda:Vrijmetselaarij), nyaris tak tertulis dalam buku-buku sejarah. Padahal, banyak literatur yang cukup memadai untuk dijadikan rujukan penulisan sejarah tentang gerakan salah satu kelompok Yahudi di wilayah jajahan yang dulu bernama Hindia Belanda ini.

Di antaranya adalah: Vrijmet selaarij: Geschiedenis, Maats chapelijke Beteekenis en Doel (Freemason: Sejarah, Arti untuk Masyarakat dan Tujuannya) yang ditulis oleh Dr Dirk de Visser Smith pada tahun 1931, Geschiedenis der Vrymet selary in de Oostelijke en Zuidelijke Deelen (Sejarah Freemason di Timur dan Selatan Bumi) yang ditulis oleh J Hagemen JCz pada tahun 1886, Geschiedenis van de Orde der Vrijmetselaren In Nederland Onderhoorige Kolonien en Londen (Sejarah Orde Freemason di Nederland di Bawah Kolonialisme) yang ditulis oleh H Maarschalk pada tahun 1872, dan Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917 (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), yang diterbitkan secara resmi pada tahun 1917 oleh tiga loge besar; Loge de Ster in het Oosten (Batavia), Loge La Constante et Fidele (Semarang), dan Loge de Vriendschap (Surabaya).

Di samping literatur yang sudah berusia ratusan tahun tersebut, pada tahun 1994, sebuah buku berjudul Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764- 1962 (Freemason dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962) ditulis oleh Dr Th Stevens, seorang peneliti yang juga anggota Freemason. Berbeda dengan buku-buku tentang Freemason di Hindia Belanda sebelumnya, buku karangan Dr Th Stevens ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2004.

Buku-buku yang mengungkap tentang sejarah keberadaan jaringan Freemason di Indonesia sejak masa penjajahan tersebut, sampai saat ini masih bisa dijumpai di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Bahkan, Indisch Macconiek Tijdschrift (Majalah Freemason Hindia), sebuah majalah resmi milik Freemason Hindia Belanda yang terbit di Semarang pada 1895 sampai awal tahun 1940-an, juga masih tersimpan rapi di perpustakaan nasional.

Selain karya Stevens dan H Maarschalk yang diterbitkan di negeri Belanda, buku-buku lainnya seperti tersebut di atas, diterbitkan di Semarang dan Surabaya, dua wilayah yang pada masa lalu menjadi basis gerakan Freemason di Hindia Belanda, selain Batavia. Keberadaan jaringan Freemason di Indonesia seperti ditulis dalam buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 adalah 150 tahun atau 199 tahun, dihitung sejak masuknya pertama kali jaringan Freemason di Batavia pada tahun 1762 sampai dibubarkan pemerintah Soekarno pada tahun 1961.

Selama kurun tersebut Freemason telah memberikan pengaruh yang kuat di negeri ini. Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917 misalnya, memuat secara lengkap operasional, para tokoh, dokumentasi foto, dan aktivitas loge-loge yang berada langsung di bawah pengawasan Freemason di Belanda. Buku setebal 700 halaman yang ditulis oleh Tim Komite Sejarah Freemason ini adalah bukti tak terbantahkan tentang keberadaan jaringan mereka di seluruh Nusantara.

Keterlibatan elite-elite pribumi, di antaranya para tokoh Boedi Oetomo dan elite keraton di Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, terekam dalam buku kenang-kenangan ini. Radjiman Wediodiningrat, orang yang pernah menjabat sebagai pimpinan Boedi Oetomo, adalah satu-satunya tokoh pribumi yang artikelnya dimuat dalam buku kenang-kenangan yang menjadi pegangan anggota Freemason di seluruh Hindia Belanda ini.

Radjiman yang masuk sebagai anggota Freemason pada tahun 1913, menulis sebuah artikel berjudul ”Een Broderketen der Volken” (Persaudaraan Rakyat). Radjiman pernah memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Selain Radjiman, tokoh-tokoh Boedi Oetomo lainnya yang tercatat sebagai anggota Freemason bisa dilihat dalam paper berjudul The Freemason in Boedi Oetomo yang ditulis oleh CG van Wering.

Kedekatan Boedi Oetomo pada masa-masa awal dengan gerakan Freemason bisa dilihat setahun setelah berdirinya organisasi tersebut. Adalah Dirk van Hinloopen Labberton, pada 16 Januari 1909 mengadakan pidato umum (openbare) di Loge de Sterinhet Oosten (Loji Bin – tang Timur) Batavia. Dalam pertemuan di loge tersebut, Labberton memberikan ceramah berjudul, ”Theosofische in Verband met Boedi Oetomo” (Theosofi dalam Kaitannya dengan Boedi Oetomo).

Theosofi adalah bagian dari jaringan Freemason yang bergerak dalam kebatinan. Aktivis Theosofi pada masa lalu, juga adalah aktivis Freemason. Cita-cita Theosofi sejalan dengan Freemason. Apa misi Freemason? Dalam buku Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, karya Dr Th Steven dijelaskan misi organisasi yang memiliki simbol Bintang David ini: ”Setiap insan Mason Bebas mengemban tugas, di mana pun dia berada dan bekerja,untuk memajukan segala sesuatu yang mempersatukan dan menghapus pemisah antar manusia.”

Jadi, misi Freemason adalah “menghapus pemisah antarmanusia!”. Salah satu yang dianggap sebagai pemisah antarmanusia adalah ’agama’. Maka, jangan heran, jika banyak manusia berteriak lantang: ”semua agama adalah sama”. Atau, ”semua agama adalah benar, karena merupakan jalan yang sama-sama sah untuk menuju Tuhan yang satu.”

Paham yang dikembangkan Freemason adalah humanisme sekular. Semboyannya: liberty, egality, fraternity. Sejak awal abad ke-18, Freemasonry telah merambah ke berbagai dunia. Di AS, misalnya, sejak didirikan pada 1733, Freemason segera menyebar luas ke negara itu, sehingga orang-orang seperti George Washington, Thomas Jefferson, John Hancock, Benjamin Franklin menjadi anggotanya.

Prinsip Freemasonry adalah ’Liberty, Equality, and Fraternity’. (Lihat, A New Encyclopedia of Freemasonry, (New York: Wing Books, 1996). Harun Yahya, dalam bukunya, Ksatria-kstaria Templar Cikal Bakal Gerakan Freemasonry (Terj), mengungkap upaya kaum Freemason di Turki Usmani untuk menggusur Islam dengan paham humanisme.

Dalam suratnya kepada seorang petinggi Turki Usmani, Mustafa Rasid Pasya, August Comte menulis, “Sekali Usmaniyah mengganti keimanan mereka terhadap Tuhan dengan humanisme, maka tujuan di atas akan cepat dapat tercapai.” Comte yang dikenal sebagai penggagas alir n positivisme juga mendesak agar Islam diganti dengan positivisme. Jadi, memang erat kaitannya antara pengembangan liberalisasi, sekularisasi, dan misi Freemason.

Freemasonry, Talmud dan Sejarahnya di Indonesia

Sejarah Freemasonry 

Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia. Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun. 

Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple.

Tentang Haikal Sulaiman atau Solomon Temple ini sendiri banyak sumber yang mendefinisikan berlainan. Salah satu tafsir yang paling populer adalah, bahwa Haikal Sulaiman berada di tanah yang kini di atasnya berdiri Masjidil Aqsha. 

Mereka meyakini, tahun 1012 Sebelum Masehi (SM), Nabi Sulaiman membangun Haikal di atas Gunung Soraya di wilayah Palestina. Tapi pada tahun 586 SM, Raja Nebukhadnezar dari Babilonia menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Tahun 533 SM, bangunan ini didirikan kembali oleh seorang bernama Zulbabil yang telah bebas dari tawanan Babilonia. Atas kebebasannya itulah, ia membangun kembali Haikal Sulaiman. 

Pada tahun ke 70 M, seorang penguasa Romawi menaklukkan Palestina dan membakar serta menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Kerusakan terus-menerus dialami setelah penyerbuan Bangsa Hadriyan. Begitu pula saat kekuasaan Muslim, konon Haikal Sulaiman di hancurkan dan sebagai gantinya didirikan Masjidil Aqsha pada abad ke-7. 

Tapi tafsir lain tentang hal ini juga mengartikan Haikal Sulaiman juga sebagai wilayah kekuasan yang luas membentang. Bahkan ada yang menariknya hingga sampai wilayah Khaibar, saat kaum Yahudi diusir di zaman Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Karena itu, mereka meyakini harus menguasai seluruh dunia, bahkan hingga tanah Khaibar, tempat mereka terusir dahulu karena penghianatanya pada Rasulullah dan piagam Madinah. 

Dan untuk itulah mereka bekerja dan membangun, yaitu untuk merebut Haikal Sulaiman dan mendirikan kekuasannya secara nyata, serta mempengaruhi pemerintahan dan kekuasan yang mampu mereka pengaruhi. Dan untuk menebar kekuasaan itu, salah satu rintangan besar yang dihadapi oleh gerakan ini adalah agama-agama, terutama agama Samawi atau agama-agama wahyu, Kristen dan Islam. 

Sebelum kaum muslimin sadar tentang bahaya gerakan Freemason, perlawanan terhadap organisasi ini terlebih dulu dilakukan oleh kalangan pemimpin gereja. Perlawanan gereja Katholik ini terjadi karena Freemason telah menjadi organisasi tempat berkumpulnya kaum anti-agama. Dalam sebuah artikel berjudul The Earlier Period Of Freemasonry yang di Mimar Sinan, Turki, Freemason disebut sebagai tempat berkumpul para anggota Mason yang mencari kebenaran di luar gereja. Dan ini menjadikan awal abad-18 sebagai tahun-tahun yang penuh pertarungan antara gereja Katholik dengan Freemason di Eropa. Sejak awal berdirinya, Fremason telah menyokong kebebasan beragama, sama persis dengan yang terjadi belakangan ini di berbagai negara, liberalisasi keagamaan. 

Freemason berdiri di Inggris secara resmi pada tahun 1717. Tapi tampaknya, sebelum tahun itu pun, Freemasonry telah eksis. Bahkan sejak abad sebelumnya. Tahun 1641, seorang keluarga kerajaan Inggris, Robert Moray tercatat sebagai anggota cabang Freemason di Edinburg, tepatnya 20 Mei 1641. nama lain yang juga tercatat sebagai anggota Freemason sebelum tahun 1717 adalah Elias Ashmole tercatat sebagai anggota Freemasonry di Lanchasire pada 16 Oktober 1646. Dan ia juga salah seorang dari royal family atau keluarga kerajaan. 

Dari catatan di atas, sebetulnya bisa ditarik kesimpulan bahwa tahun 1717 hanya tahun pemantapan saja dari tahap-tahap yang telah dilakukan oleh gerakan Freemson. Tahun ini dijadikan sebagai tahun ekspansi untuk melakukan dan menancapkan pengaruh mereka di seluruh dunia. 

Tahun 1717 ini dijadikan sebagai tonggak bagi Freemason unuk memulai perangnya yang akan sangat panjang kepada umat beragama dan kepada agama itu sendiri. Seorang kepala gereja protestan di London yang bernama Anderson dan berdarah Yahudi menjadi motor penggeraknya pada 24 Juni 1717. Pada momentum inilah Freemason mendirikan Grand Lodge of England dengan menggabungkan empat lodge menjadi satu. 

Banyak sumber Freemason menjelaskan bahwa sejarah berdirinya gerakan ini berakar jauh dan bisa dilacak hingga ke masa Ordo Knight of Templar saat perang Salib di Yerusalem, Palestina. Saat Paus Urbanus II, tahun 1095, usai Konsili Clermont menyerukan Perang Suci atau Crusade dan memobilisasi kaum Kristiani di seluruh Eropa untuk turut berperang merebut Yerusalem kembali dari kekuasaan Muslim. Paus Urbanus II membakar emosi massa dengan cara mengabarkan kabar bohong. Ia mengatakan umat Kristen di Palestina telah dibunuh, dibantai dan dibakar di dalam gereja-gereja oleh pasukan Turki Seljuk yang Muslim. Ia juga membakar kemarahan kaum Kristiani dengan mengatakan bahwa kaum kafir (Muslim Turki, pen.) telah dan sedang menguasai makam Yesus Kristus. 

Paus Urbanus II menyerukan agar seluruh pertikaian yang terjadi selama ini antar pemeluk dan kesatrian Kristen harus diakhiri, karena ada musuh yang lebih berbahaya dan harus segera dihancurakan: Islam dan kaum Muslimin. Ia juga mengiming-iming dengan bujukan surgawi, bahwa siapa yang berangkat ke medan perang kan dibebaskan dari seluruh dosa dan di jamin akan mendapat surga. Hasilnya, ribuan kaum Kristiani berangkat menuju Palestina dengan kemarahan. Dan setibanya di sana, terjadi pembantaian besar-besaran atas penduduk Yerussalem dan Palestina. 

Selama dua hari penyerbuan terjadi pembantaian yang tak bisa diterima akal sehat dan rasa kemanusiaan. Sebanyak 40.000 penduduk Palestina terbantai. Beberapa sejarawan menggambarkan, saat itu darah menggenangi tanah Yerusalem. Ada yang menyebut darah menggenang setinggi mata kaki, bahkan ada yang menggambarkan darah menggenang hingga lutut manusia dewasa. Tentara berperang dengan motivasi mendapatkan emas dan permata, dan juga banyak para kesatria Prancis tercatat membelah perut korban-korban mereka. Merka mencari emas atau permata yang kemungkinan di telan penduduk Palestina sebagai upaya penyelamatan harta. 

Setelah mereka menguasai tanah Palestina, pasukan Salib yang terdiri dari banyak unsur mulai mendirikan kelompoknya masing-masing. Mereka tergabung dalam ordo-ordo tertentu. Para anggota ordo ini datang dari seluruh tanah Eropa, yang ditampung di biara-biara tertentu dan berlatih cara-cara militer di dalam biara tersebut. Dan satu dari sekian ordo yang sangat mencuat namanya adalah Ordo Knight of Templar. 

Knight of Templar juga disebut sebagai tentara miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman. Disebut miskin karena tergambar dari logo yang mereka gunakan, seperti dua tentara yang menunggang seekor keledai. Untuk menunjukkan bahwa mereka miskin, sampai-sampai satu keledai harus dinaiki dua orang tentara Knight of Templar. Bahkan tercatat, mereka dipaksa untuk makan tiga kali saja dalam semingu. Sedangkan nama Kuil Sulaiman mereka pakai karena mereka menjadikan markas mereka yang dipercayai sebagai situs runtuhnya Kuil Sulaiman atau Solomon Temple. Tapi sesungguhnya, pemilihan markas di bukit ini bukan sebuah kebetulan yang bersifat geografis semata, karena para pendiri ordo Knight of Templar sesunguhnya punya cirta-cita sendiri untuk mengembalikan kejayaan dan berdirinya Kuil Sulaiman sebagai tempat suci kaum Yahudi atau tempatnya kaum Mason. Sepanjang bisa terlacak, pendiri ordo ini adalah dua kesatria Prancis, yaitu Hugh de Pavens dan God frey de St Omer. Spekulasi dari kalangan sejarawan mengatakan, bahwa ada darah-darah Yahudi yang mengalir dalam tubuh dan cita-cita para pendiri Ordo Knigh of Templar. Para perwira tinggi Kristen tersebut, sesungguhnya proses convertion yang mereka lakukan hanyalah cara untuk menyelamatkan diri, dan sesungguhnya mereka masih berpegang teguh pada doktrin-doktrin Yahudi, terutama Kabbalah. 

Meski mereka menamakan diri sebagai tentara miskin, sesunguhnya mereka tidak miskin sama sekali. Atau setidaknya, masa miskin itu hanya mereka rasakan di awal-awal berdirinya Knight of Templars. Dalam waktu yang singkat mereka mampu menjadi sangat kaya raya dengan jalan melakukan kontrol penuh terhadap peziarah Eropa yang datang ke Palestina. Salah satunya adalah dengan cara merekrut anak-anak muda putra para bangsawan Eropa yang tentu saja akan melengkapi anak mereka dengan perbekalan dana yang seolah tak pernah kering jumlahnya. Mereka juga disebut sebagai perintis sistem perbankan pertama pada abad pertengahan. 

Saat itu banyak orang-orang Eropa yang ingin pindah atau setidaknya berziarah ke Palestina. Dan tentu saja perjalanan yang jauh dari Eropa memerlukan bekal yang tidak sedikit. Ada yang membawa seluruh harta mereka dalam perjalanan, tapi karena tentara Salib disepanjang perjalanan hidup dalam kondisi ayng sangat mengenaskan dan mereka sangat tergiur oleh harta kekayaan, tidak jarang terjadi perampokan bahkan saling bunuh antar orang Kristen disepanjang perjalanan menuju Palestian. Lalu ditemukan cara, para peziarah tidak perlu membawa harta mereka dalam perjalanan. Mereka hanya perlu menitipkannya pada sebuah perwakilan Templar di Eropa, mencatat dan menghitung nilainya dan mereka berangkat ke Palestina berbekal catatan nilai harta yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai uang yang sama di Palestina. Gerakan ini banyak didominasi oleh Ordo Knight of Templar yang membuat mereka sangat kaya raya karena mendapat keuntungan dari sistem bunga yang mereka kembangkan. Dan inilah embrio atau cikal bakal perbankan yang kita keanl sekarang. 

Markas Knight of Templar di Perancis menjadi rumah penghimpunan harta terbesar di Eropa. Lambat laun mereka menjadi bankir bagi para Paus dan Raja. Bagaimana tidak cepat kaya, setiap tahunyya King Henry II of England mendonasikan uang untuk menanggung biaya hidup 15.000 tentara Knight of Templar dan juga Knight Hospitaler selama mereka berperang dalam Perang Salib di tahun 1170. Untuk menggambarkan betapa besarnya institusi perbankan yang dijalankan Templar, pada saat itu organisasi ini memiliki 7.000 pegawai lebih hanya untuk mengurusi masalah keuangan. Mereka juga memiliki tak kurang dari 870 istana, kastil, dan rumah-rumah para bangsawan yang terbentang dari London hingga Yerusalem. 

Karena ordo ini sangat berkuasa, lambat laun mereka mulai menampakkan ciri aslinya, yakni sebagai penganut Mason. Mereka mengembangkan doktrin dan ajaran mistik, juga kekuatan sihir di biara-biara mereka. Mereka memuja setan dan mendatangkan roh-roh untuk berkomunikasi. Apa yang mereka praktikkan ini disebut sebagai Kabbalah, sebuah tradisi mistik Yahudi kuno yang telah berkembang bahkan sejak zaman sebelum Fir'aun. 

Mengetahui hal ini, Raja Prancis Philip le Bel, pada tahun 1307 mengeluarkan seruan untuk menangkap dan membubarkan ordo Knight of Templar karena dituduh telah melakukan bid'ah. Dalam perkembangannya, Paus Clement V turut bergabung untuk memerangi kaum Mason ini dengan mengeluarkan kembali vonis inquisisi. Terjadi banyak penangkapan dan interogasi, dan beberapa pimpinan Ordo Knight of Templar yang bergelar Grand Master (penyebutan ini masih dipakai sebagai tingkat tertinggi dalam gerakan Freemasonry sampai sekarang, pen) ikut menjadi korban. Dari beberapa penangkapan dan interograsi didapatkan keterangan bahwa anggota-anggota Templar telah melakukan kejahatan seksual terhadap beberapa perempuan bangsawan, melakukan sodomi, menyembah kucing, memakan daging teman-teman mereka sendiri yang sudah mati. Bahkan salah seorang saksi mata mengatakan, para Templar memperkosa perawan-perawan hingga hamil dan bayinya dibunuh dengan cara yang sadis untuk kemudian di bakar dan diambil minyaknya, dijadikan minyak suci untuk persembahan para pemimpin mereka. 

Pada tahun 1307, Raja Philip IV memerintahkan penangkapan Jacques de Molay. Dan setelah melalui penyiksaan demi penyiksaan, de Molay mengakui segala ritual bid'ah yang dilakukan oleh Ordo Templar. Pada tahun 1312, Ordo Knight of Templar dilarang dan dibubarkan. Dan atas perintah Gereja dan Raja, dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1314, para pimpinan Templar dihukum mati, termasuk Jacques de Molay, salah satu Grand Master terpenting Ordo Templar. Jacques de Molay sendiri divonis sebagai heretic (bid'ah) atau kafir dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan raja Philip IV. Dan sebelum menghembuskan napasnya, de Molay mengeluarkan kata-kata bahwa Raja Philip dan Paus Clement harus mengikutinya, mati, dalam waktu satu tahun. Dan sejarah mencatat, Raja Philip IV meninggal tujuh bulan kemudian, disusul Paus Clement sebulan setelah Raja Philip mangkat. 

Setelah itu terjadi pemusnahan besar-besaran, sekali lagi atas kaum Yahudi, dan kali ini bermula dengan kasus Knight of Templar atau kaum Mason. Pemusnahan ini tak hanya terjadi di Palestina, tapi juga terjadi di Eropa. Mereka diburu untuk ditangkap dan dibunuh. Sampai akhirnya mereka berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari Raja Skotlandia, Robert The Bruce yang dilantik dan menduduki singgasana Raja pada tahun 1306. Dan di tanah baru ini pula mereka menyusun kekuatan kembali. Dan Skotlandia menjadi salah satu yang menentukan dalam perkembangan gerakan Freemason. 

Versi yang lebih tua dari sejarah Freemason adalah kisah yang menyebutkan pembentukan Freemasonry pada zaman Raja Israel, Herodes Agripa I yang meninggal pada tahun 44 Masehi. Freemason pada zaman ini dibentuk untuk membendung ajaran agama yang disampaikan oleh Nabi Isa as. Konon waktu itu namanya The Secret Power atau kekutan yang Tersembunyi. 

Tujuan utamanya adalah memusuhi pengikut Nabi Isa, menculik mereka, membunuh, melarang penyebaran agama baru tersebut, termasuk membunuhi baya-bayi Kristen. Tapi, berkenaan dengan segala kesadisan yang dilakukan Herodes ini, para sejarawan dunia, meyakini bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka dalam tradisi agama Kristen. Herodes Agripa I menjalankan segala misi The Secret Power ini dibantu dua pengikut setianya, Heram Abioud sebagai Wakil Presiden gerakan dan Moab Leumi sebagai pemegang rahasia utama gerakan ini. Tapi beberapa anggota Freemason juga mempercayai dan menarik sejauh mungkin sejarah mereka ke masa lalu, bahkan hingga ke zaman Fir'aun. Itu pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa mereka kerap kali menggunakan simbol-simbol Mesir Kuno dalam tradisi dan aktivitas ritual mereka, seperti penggunaan Dewa Horus, Piramida, Matahari dan berbagai simbol Mesir lainnya. Penggunaan ini bermula dari penggalian Kuil Sulaiman oleh para Templar dan penemuan doktrin dan ajaran Kabbalah yang terus-menerus mereka eksplorasi dan diajarkan dari mulut ke mulut. Penggalian ini begitu serius mereka lakukan sehingga kelak akan mempengaruhi cara pandang kaum Templar dan juga rencana mereka pada kehidupan dunia. 

Bahkan yang cukup mengejutkan adalah, dalam manuskrip-manuskrip kuno Mason dikatakan, orang pertama Mason adalah Adam! Kejadian itu berawal ketika Adam dan Hawa memakan daun dari pohon terlarang di taman surga. Daun yang disebut sebagai daun pengetahuan, dan karena itu pula Tuhan mereka melarang mereka memakannya. Dr. Albert Mackei, seorang anggota Mason dengan tingkatan 33 derajat dalam Encyclopedia of Freemasonry manuliskan, daun pengetahuan itu kelak diturunkan pada dua anak Adam dan Hawa, Seth dan Nimrod dengan kisah The Tower of Babel. Kedua anak ini pula menyusun bahasa untuk ilmu pengetahuan yang akan diturunkan kepada manusia-manusia berikutnya. Tapi, dalam perkamen-perkamen tua itu disebutkan bahwa, Tuhan dengan sengaja mengacaukan bahasa manusia yang mengakibatkan rahasia ilmu pengetahuan, yang diturunkan Adam dengan memakan daun dari pohon terlarang, hilang dan tak diketahui manusia-manusia setelah Seth dan Nimrod. Dan itu pula yang menjadi alasan kedua kaum ini memerangi Tuhan. 

Bahkan menurut Talmud, setan-setan adalah keturunan dari Adam dan Hawa. Setelah Adam diusir dari surga, ia enggan mencampuri istrinya, Hawa. Dan pada saat itulah, dua setan perempuan mendatanggi Adam yang langsung digauli keduanya oleh Adam. Dalam Talmud disebutkan, Adam menggauli setan perempuan bernama Lilith selama lebih dari 130 tahun lamanya dan melahirkan banyak anak-anak setan begitu pula dengan Hawa selama ditinggal oleh Adam, Hawa juga digauli oleh setan laki-laki dan melahirkan banyak anak setan. 

Tentang Talmud 

Talmud, Kitab Hitam Yahudi Zionis 

(Judul asli "Kitab Israil al-aswad: al-kanz al-marshud fi fadha'ih at-talmud", ditulis oleh Prof. Abdullah Syarqawy, dosen Filsafat Islam dan Perbandingan Agama Fakultas Darul U'lum, Universitas Kairo, Mesir. Di Indonesia diterbitkan oleh Sahara Publisher, 2006). 

"Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan orang yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, agar kamu menyangka bahwa yang dibacanya itu adalah sebagian dari al-Kitab, dan mereka juga mengatakan, "Ia (yang dibaca itu datang) adalah dari sisi Allah, "Padahal ia bukanlah dari sisi Allah, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali 'Imran 3:78) 

Taurat merupakan kitab yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Musa as guna menuntun Bani Israel, umat Nabi Musa as, kembali ke jalan yang lurus. Namun Bani Israil lebih menyukai kesesatan. Mereka menentang dan menolak ajakan Musa untuk menyembah Tuhan yang satu dan lebih mempercayai Samiri yang mengajak mereka menyembah patung sapi betina. 

Taurat Musa mereka anggap tidak lengkap dan sebab itu harus direvisi dan dibuat sebuah kitab suci lagi yang lengkap memuat perintah Tuhan kepada bangsa Yahudi, lebih tinggi, lebih abadi, dan sebab itu lebih suci. Maka lahirlah Talmud. Apakah Talmud itu? Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Darul'Ulum, Kairo, Prof. Ahmad Syalabi menulis, Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi, tetapi ada riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurun. Riwayat-riwayat inilah yang kemudian dikenal dengan Talmud." (Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990). 

Pakar peneliti Talmud, Dr. Augutst Rohling menyatakan, "Kaum Yahudi meyakini bahwa Talmud adalah lebih suci ketimbang Taurat" (al-kanz al-Mashud, Bab II). Bahkan Dr. Joseph Barcklay dengan tegas menyatakan jika seluruh bagian dari Talmud merupakan pengingkaran terhadap Taurat Musa (Hebrew Literature, hal 40). 

Dalam Babba Metsia, volume 33a, salah seorang Pendeta Yahudi berkata, "Orang yang mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang tidak layak diberi imbalan, orang yang mempelajari Mishnah berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang layak diberi imbalan, sedangkan orang yang mempelajari Gemara berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang paling besar." 

Bahkan Rabbi Roski dalam Erubin Volume 216 menulis, "Jadikan perhatianmu kepada ucapan-ucapan para Rabbi (Talmud) melebihi perhatianmu kepada Syari'at Musa (Taurat)". Kitab Shagijan pun menulis, "......Tak ada ampun bagi siapa saja yang meninggalkan Talmud dan hanya mempelajari Taurat, karena ajaran para Rabbi lebih utama dari ajaran Musa." 

Talmud Palestina dan Baylonia 

Ada berbagai kitab yang dianggap merupakan bagian dari Talmud. Namun ada dua kitab aras utama yakni Talmud Palestina dan Talmud Babylonia. Talmud Babylonia yang merupakan Talmud yang dibuat oleh para pendeta Yahudi di Babylonia dan isinya memaparkan secara panjang lebar dan dengan bahasa yang dimengerti semua pihak dari isi Talmud Palestina, yang hanya dimengerti oleh kalangan terbatas karena memiliki kunci-kunci yang pelik dan bahasa yang rumit. Sebab itu, Talmud yang paling otoritatif dan dipakai oleh kaum Zionis Yahudi sampai sekarang. 

Zionis-Yahudi sangat mempercayai Talmud yang diyakini berasal dari perkataan Tuhan Yahweh kepada Musa. Bahkan Talmud dianggap lebih suci ketimbang Taurat Musa, karena mereka meyakini jika Tuhan Yahweh mengalami kesulitan dalam sesuatu hal atau urusan, maka Tuhan Yahweh akan berkonsultasi dengan para Rabbi Yahudi, bukan dengan Musa. Sebab itu kedudukan Rabbi Yahudi tinggi, lebih otoritatif, lebih mulia, ketimbang Musa as. 

Padahal, menurut seorang filsuf yang juga Rabbi Tertinggi bangsa Yahudi pada zamannya, Rabbi Maimonides (Moses bin Maimon, 1190 M), bangsa Yahudi sesungguhnya tidak pernah bisa memastikan dengan tepat satu pun doktrin dari Talmud karena sejarahnya yang sangat kacau-balau. Maimonides berkata, "Sejak zaman Nabi Musa dulu sampai zaman Rabbi Judah Hanasi (135-220 M), para pendeta Yahudi tidak pernah sepakat tentang kebenaran satu doktrin pun yang ada pada "Undang-undang lisan" (Talmud) yang diajarkan secara terbuka. Para pemimpin agama Yahudi atau nabi dari setiap generasi menulis beberapa catatan tentang kitab tersebut berdasarkan kepada apa-apa yang ia dengar dari guru-guru pendahulunya untuk disampaikan kepada kaumnya." 

Maimonides melanjutkan, "Demikianlah, setiap rabbi menulis catatan-catatan yang banyak dan tersebar di mana-mana itu dikumpulkan, dan dari seluruh catatan tersebut dirangkumnya dan dibagi-bagi dalam perkara hukum, tradisi, keputusan, dan lain-lain dan dijadikannya sebagai sebuah itab undang-undang. " (Hebrew Literature, sebuah pengantar oleh Dr. Joseph Barcklay, hal.13) 

Kitab Iblis 

Hampir seluruh isi dari Talmud merupakan ajaran Iblis yang intinya mengklaim jika hanya bangsa Yahudi-lah yang merupakan manusia, kekasih dan bahkan Guru dari Tuhan, bangsa terpilih, dan bangsa kuat yang mampu mengalahkan Tuhan dalam banyak urusan, sedangkan bangsa selain Yahudi adalah ghoyim atau gentiles yang dianggap bukanlah manusia, melainkan binatang. 

Inilah yang dipercaya dan diyakini oleh Zionisme-Yahudi sampai sekarang. Sebab itu, mereka selalu bekerja demi kepentingan golongan mereka dan sama sekali tidak sudi untuk berkompromi menyangkut kepentingan mereka. Bangsa-bangsa selain Yahudi seharusnya mengetahui ini dan sebab itu sama sekali jangan pernah mau berunding dengan kaum Zionis-Yahudi karena mereka dipastikan akan berkhianat . Sejarah panjang kemanusiaan telah membuktikan hal ini. 

Karean begitu buruknya, maka banyak kalangan dari para peneliti Talmud menegaskan bahwa Talmud merupakan kitab hitam iblis yang sangat tidak layak disebut sebagai kitab suci. Namun inilah yang menjadi dasar ideologi kaum Zionis sampai sekarang.(Rz)
Ayat-Ayat Setan Talmud. 
  1. "Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang." (Kerithuth 6b hal.78 Jebhammoth 61a)
  2. "Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagi budak untuk melayani orang-orang Yahudi." (Midrasch Talpioth 225
  3. "Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin." (Zohar II, 4b)
  4. "Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahan lebih daripada babi yang sakit." (Orachi Chaiim57,6a)
  5. "Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi. "(Talmud IV/8/4a)
  6. "Dimana saja mereka (orang-orang Yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja." (Sanhedrin 104a)
  7. "Terhadap seorang non-Yahudi tidak menjadikan Orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk." (Talmud IV/4/52b)
  8. "Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya." (Talmud IV/4/81 dan 82b)
  9. "Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi." (Zohar I, 168a)
  10. "Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya." (Choschen Ham 183, 7)
  11. Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu." (Abhodah Zarah 2a T)
  12. "Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya." (Babba Bathra 54b)
  13. "Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan."(Babha Kama 113a)
  14. "Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya." (Talmud IV/3/54b)
  15. "Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya." (Talmud IV/1/113b)
  16. "Orang Yahudi boleh mempraktekkan riba terhadap orang non-Yahudi." (Talmud IV/2/70b)
  17. "Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi." (Erubin)
Erubin 2b, "Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka".
Moed Kattan 17a, "Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana"
Sanhedrin 58b, "Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh".
Sanhedrin 57a, "Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya".
Baba Kamma 37b, "Jika lembu seorang Yahudi melukai lembu kepunyaan orang Kanaan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi, jika lembu orang Kanaan sampai melukai lembu kepunyaan orang Yahudi maka orang itu harus membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya".
Baba Mezia 24a, "Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya". (Ayat ini ditegaskan kembali di dalam Baba Kamma 113b),
Sanhedrin 57a, "Tuhan tidak akan mengampuni seorang Yahudi 'yang mengawinkan anak-perempuannya kepada seorang tua, atau memungut menantu bagi anak-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir)' ...".
Sanhedrin 57a, "Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya".
Baba Kamma 37b, "Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel".
Baba Kamma 113a, "Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir".
Yebamoth 98a, "Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang".
Abodah Zarah 36b, "Anak-perempuan orang kafir sama dengan 'niddah' (najis) sejak lahir".
Abodah Zarah 22a – 22b, "Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu".
Gittin 69a, "Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu lalu dimakan".
Shabbath 41a, "Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan cara yang suci telah ditentukan".
Yebamoth 63a, " ... Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga".
Yebamoth 63a, "...menjadi petani adalah pekerjaan yang paling hina ".
Sanhedrin 55b, "Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari)".
Sanhedrin 54b, "Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak-perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun".
Kethuboth 11b, "Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya".
Yebamoth 59b, "Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi".
Abodah Zarah 17a, "Buktikan bilamana ada pelacur seorangpun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar".
Hagigah 27a, "Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan masuk neraka".
Baba Mezia 59b, "Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut".
Gittin 70a, "Para rabbi mengajarkan, 'Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, konon iblis yang ada di jamban itu masih menyertainya selama waktu itu, kalau ia melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan".
Gittin 69b, "Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan campur kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas ".
Pesahim 11a, "Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan ".
Menahoth 43b-44a, "Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari, 'Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak belian' ".
Di dalam Talmud, ayat Gittin 57b ada dikisahkan tentang dibantainya 4 juta orang Yahudi oleh orang Romawi di kota Bethar. Gittin 58a, mengklaim bahwa 16 juta anak-anak Yahudi dibungkus ke dalam satu gulungan dan dibakar hidup-hidup oleh orang Romawi.
Demografi tentang zaman kuno menyatakan orang Yahudi di seluruh dunia pada masa penjajahan oleh Romawi tidak sampai berjumlah 16 juta, bahkan 4 juta pun tidak ada)
Abodah Zarah 70a, "Seorang rabbi ditanya, apakah anggur yang dicuri di Pumbeditha boleh diminum, atau anggur itu sudah dianggap najis, karena pencurinya adalah orang-orang kafir (seorang bukan-Yahudi bila menyentuh guci anggur, maka anggur itu dianggap sudah najis). Rabbi itu menjawab, tidak perlu dipedulikan, anggur itu tetap halal ('kosher') bagi orang Yahudi, karena mayoritas pencuri yang ada di Pumbeditha, tempat dimana guci-guci anggur itu dicuri, adalah orang-orang Yahudi". (Kisah ini juga ditemukan di dalam Kitab Gemara, Rosh Hashanah 25b).
Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaidah 10, "Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, 'Tob shebe goyyim harog' ("Bahkan orang kafir yang baik sekali pun seluruhnya harus dibunuh"). Orang-orang Israeli setiap tahun mengikuti acara nasional ziarah ke kuburan Simon ben Yohai untuk memberikan penghormatan kepada rabbi yang telah menganjurkan untuk menghabisi orang-orang non-Yahudi2.
Di Purim, pada tanggal 25 Februari 1994 seorang perwira angkatan darat Israel, Baruch Goldstein, seorang Yahudi Orthodoks dari Brooklyn, membantai 40 orang muslim, termasuk anak-anak, tatkala mereka tengah bersujud shalat di sebuah masjid. Goldstein adalah pengikut mendiang Rabbi Meir Kahane, yang menyatakan kepada kantor berita CBS News, bahwa ajaran yang dianutnya mengatakan orang-orang Arab itu tidak lebih daripada anjing, sesuai ajaran Talmud".3 Ehud Sprinzak, seorang profesor di Universitas Jerusalem menjelaskan tentang falsafah Kahane dan Goldstein, "Mereka percaya adalah teiah menjadi iradat Tuhan, bahwa mereka diwajibkan untuk melakukan kekerasan terhadap 'goyim', sebuah istilah Yahudi untuk orang-orang non-Yahudi".4
Rabbi Yizak Ginsburg menyatakan, "Kita harus mengakui darah seorang Yahudi dan darah orang 'goyim' tidaklah sama".5 Rabbi Jacov Perrin berkata, "Satu juta nyawa orang Arab tidaklah seimbang dengan sepotong kelingking orang Yahudi".6
Kata Talmud tentang Yesus dan Kekristenan
"Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan 40 hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)...Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya" (Sanhedrin 43a)
"Yesus ada dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a)
"Ummat Kristiani (yang disebut 'minnim') dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya" (Rosh Hashanah 17a)
"Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian 'hari kemudian' (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci ummat Kristiani yaitu Perjanjian Baru" (Shabbath 116a) 

Sejarah Freemasonry di Indonesia 

Satu abad "Kebangkitan Nasional" berdengung disekitar pendengaran kita. Menurut buku pelajaran dari SD hingga SMA, pada tanggal 20 Mei 1908 telah terjadi suatu pergerakan menuju awal gerakan nasional dalam mengatasi penjajahan di bumi Indonesia yang dipromotori oleh mahasiswa-mahaiswa STOVIA yang biasa disebut dengan "Budi Utomo". Dr. Sutomo pun di daulat menjadi salah satu "pengisi" awal dari pergerakan Budi Utomo. Dari SD sampai SMA bahkan mungkin perguruan tinggi kita sudah di doktrin tentang kedahsyatan hari yang disebut kebangkitan nasional ini yang selalu menjadi titik awal kaum terpelajar di Indonesia. 

Kita bahkan tidak mengetahui atau bahkan tak acuh tentang bagaimana sejatinya pergerakan Budi Utomo ini. Budi Utomo merupakan pergerakan yang menurut fakta sejarah sejatinya masih bersifat sangat kedaerahan, belum mencakup tingkat nasional dan bahkan masih berada di dalam taraf kelokalan. 

Gerakan ini ternyata menyimpan sebuah tabir misteri yang berkaitan dengan sebuah organisasi rahasia Yahudi Internasional di bawah pendudukan Belanda yang disebut dengan organisasi Freemason (Tarekat Mason Bebas) atau yang dikenal pada waktu penjajahan Belanda disebut dengan "Vrijmetselarrij" . Fakta ini jarang sekali diungkap kedalam ranah pendidikan nasional karena memang sangat dirahasiakan sekali usaha dari organisasi terselubung ini. 

Di dalam buku "Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962**" dijelaskan dengan gamblang bagaimana campur tangan freemason terhadap Budi Utomo dalam kaitanya menyebarluaskan faham keyahudian di dalam tubuh budi Utomo ini. Kita dapat lihat pada kutipan berikut ini: 

"...pengaruh Tarekat Mason Bebas atas emansipasi segmen penduduk Indo-Eropa telah mendapat perhatian , tidaklah terlupakan bahwa mereka juga mempunyai pengaruh dalam gerakan nasional Indonesia. Kaum Mason Bebas sudah pada tahap dini mengadakan hubungan dengan salah satu organisasi politik Indonesia yang pertama, yang bernama "Budi Utomo" ". (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. xviii). 

Pada awal masa gerakan nasional kaum Mason bebas sudah berusaha menguasai perpolitikan Indonesia dengan cara sokongan keuangan bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berbakat. Kehebatan kaum Mason Bebas di Indonesia ini pada kemudian hari tampak pada pendirian sekolah-sekolah dan perpustakaan yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, kita dapat lihat lokasi-lokasi dan waktu berdirinya sekolah-sekolah bentukan kaum Freemason ini,: 

1875 di Semarang
1879 di Batavia
1885 di Yogyakarta, dua sekolah
1887 di Surakarta dan Magelang
1888 di Buitenzorg (Bogor)
1889 di Padang dan Probolinggo
1892 di Semarang, sekolah kedua
1897 di tegal
1898 di Bandung dan Manado
1899 di Aceh
1900 di Malang
1903 di Malang, sekolah kedua
1905 di Bandung, sekolah kedua
1907 di Blitar
1908 di Surabaya
1900 di Padang, Magelang (sekolah kedua) dan Medan, Makssar, Kediri
1926 di Malang, sekolah ketiga 

Selain mendirikan sekolah-sekolah, para anggota Tarekat Mason Bebas di Indonesia ini juga mendirikan berbagai perpustakaan di berbagai daerah. Di semarang pada tahun 1875 di buka peprustakaan yang disebut "De Verlichting" dan pada tahun 1917 ditempatkan di Perpustakaan Pusat dan Ruang Baca Umum. Jenis perpustakaan itu dengan berjalannya waktu, muncul hampir bersamaan dengan di semua tempat yang ada loge. Pada tahun 1877 didirikan sebuah perpustakaan di Padang dan kemudian: 

1878 di Yogya
1879 di Surabaya
1882 di Salatiga
1889 di Probolinggo
1890 di Buitenzorg (Bogor)
1891 di Bandung
1892 di Menado
1895 di Manado
1897 di Tegal
1899 di Medan
1902 di Ambon
1902 di Malang
1908 di Magelang
1907 di Blitar 

Sumber: ruangpelangi

Jaringan Yahudi di Indonesia Sudah Ada Sejak Zaman VOC

Prologue

Konon, warga Yahudi sudah banyak berdiam di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda, khususnya di Jakarta, tapi tidak ada tanggal yang pasti kaum Yahudi menetap di Indonesia. Sebuah situs Komunitas Yahudi dunia mencatat bahwa pada tahun 1850 seorang utusan dari Jerusalem, Jacob Saphir, yang mengunjungi Batavia (Jakarta), bertemu dengan seorang pedagang Yahudi dari Amsterdam yang menyebutkan bahwa ada 20 keluarga Yahudi dari Belanda atau Jerman tinggal di sana, termasuk anggota pasukan kolonial Belanda.

Beberapa orang Yahudi juga tinggal di Semarang dan Surabaya. Mereka punya beberapa hubungan dengan agama Judaisme (ajaran Yahudi). Atas permintaan Saphir, Komunitas Amsterdam mengirim rabbi yang mencoba mengorganisasikan jemaah di Batavia dan Semarang. Sejumlah Yahudi dari Baghdad atau asli orang Baghdad, dan dari Aden juga bermukim di Jawa. Pada tahun 1921, utusan Zionis dari Israel yang bernama Cohen memperkirakan bahwa hampir ada 2,000 orang Yahudi yang tinggal di Jawa.

Sebagai catatan, Vereenigde Oostindische Compagnie (Serikat Dagang India Timur) atau VOC atau Kompeni berdiri pada tahun 1602 dan memegang hak monopoli dari Kerajaan Belanda untuk menguasai jalur perdagangan di Asia. VOC adalah Multi-National Company (MNC) pertama di dunia dan juga perusahaan Multi-nasional pertama yang menerbitkan saham. Selama hampir 200 tahun berkuasa, VOC akhirnya bangkrut dan dibubarkan pada tahun 1800 karena terlilit hutang dan kerusuhan. Akhirnya asset dan hutang-hutangnya diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda.
Kembali kepada kisah kaum Yahudi. Yahudi Belanda di Surabaya ada yang memegang jabatan penting di pemerintahan, dan banyak juga yang jadi pedagang. Kaum Yahudi yang berasal dari Baghdad membentuk elemen yang paling orthodox (kolot). Di sana juga terdapat kaum Yahudi asal Eropa Tengah dan Sovyet Russia, yang jumlahnya meningkat di tahun 1930an. Di tahun 1939 ada sekitar 2,000 pemukim Yahudi Belanda dan sejumlah Yahudi stateless (tanpa status kewarganegaraan) yang menjalani hukuman ketika Jepang menduduki Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, unsur-unsur Yahudi Belanda mulai mengalami kemerosotan dan populasinya pun berkurang karena alasan-alasan politik dan ekonomi.
Ada sekitar 450 orang Yahudi di Indonesia pada tahun 1957, umumnya kaum Ashkenazim di Jakarta dan kaum Sephardim di Surabaya, komunitas inilah yang memelihara sebuah sinagoga di sana. Komunitas jumlah tersebut berkurang menjadi 50 orang di tahun 1963. Ada sekitar 20 orang Yahudi yang tinggal di Jakarta dan 25 orang di Surabaya pada tahun 1969. Komunitas ini diwakili oleh the Board of Jewish Communities of Indonesia (Dewan Komunitas-komunitas Yahudi di Indonesia) yang berkantor di Jakarta. Pada tahun 1997, tercatat ada sekitar 20 orang Yahudi tinggal di Indonesia, beberapa dari mereka ada di Jakarta dan beberapa keluarga Yahudi lainnya yang berasal dari Iraq tinggal di Surabaya dan memelihara sebuah sinagoge kecil.
Pedagang Sukses
Pada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia, ada sejumlah orang Yahudi yang membuka toko-toko di Noordwijk (kini Jl. Juanda) dan Risjwijk (Jl. Veteran) -- dua kawasan elite di Batavia kala itu -- seperti Olislaeger, Goldenberg, Jacobson van den Berg, Ezekiel & Sons dan Goodwordh Company. Di sepanjang Jalan Juanda (Noordwijk) dan Jalan Veteran (Rijswijk) jejak Zionis-Yahudi juga ada. Dalam sebuah artikel di sebuah media massa yang terbit di Jakarta, sejarawan Betawi Alwi Shahab menyebutkan, pada abad ke-19 dan ke-20, sejumlah orang Yahudi menjadi pengusaha papan atas di Jakarta. Beberapa di antaranya bernama Olislaegar, Goldenberg dan Ezekiel. Mereka menjadi pedagang sukses dan tangguh yang menjual permata, emas, intan, perak, arloji, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya. Toko mereka berdiri di sepanjang Jalan Risjwijk dan Noordwijk. Masih menurut Alwi, pada tahun 1930-an dan 1940-an, jumlah orang Yahudi cukup banyak di Jakarta. Bisa mencapai ratusan orang. Mereka pandai berbahasa Arab, hingga sering dikira sebagai orang keturunan Arab. Bahkan Gubernur Jenderal Belanda, Residen dan Asisten Residen Belanda di Indonesia banyak yang keturunan Yahudi.
Di masa kolonial, warga Yahudi ada yang mendapat posisi tinggi di pemerintahan. Termasuk gubernur jenderal AWL Tjandra van Starkemborgh Stachouwer (1936-1942). Sedangkan Abdullah Alatas (75 tahun) mengatakan, keturunan Yahudi di Indonesia kala itu banyak yang datang dari negara Arab. Maklum kala itu negara Israel belum terbentuk. Seperti keluarga Musri dan Meyer yang datang dari Irak. Sedangkan Ali Shatrie (87) menyatakan bahwa kaum Yahudi di Indonesia memiliki persatuan yang kuat. Setiap Sabath atau Sabtu, hari suci kaum Yahudi, mereka berkumpul bersama di Mangga Besar, yang kala itu merupakan tempat pertemuannya.
Di gedung itu, seorang rabbi, imam kaum Yahudi, memberikan wejangan dengan membaca Kitab Zabur. Menurut Ali Shatrie, kaum Yahudi umumnya memakai paspor Belanda dan mengaku warga negara kincir angin. Sedangkan Abdullah Alatas mengalami saat-saat hari Sabath dimana warga Yahudi sambil bernyanyi membaca kitab Talmud dan Zabur, dua kitab suci mereka. Pada 1957, ketika hubungan antara RI-Belanda putus akibat kasus Irian Barat (Papua), tidak diketahui apakah seluruh warga Yahudi meninggalkan Indonesia. Konon, mereka masih terdapat di Indonesia meski jumlahnya tidak lagi seperti dulu. Yang pasti dalam catatan sejarah Yahudi dan jaringan gerakannya, mereka sudah lama menancapkan kukunya di Indonesia. Bahkan gerakan mereka disinyalir telah mempengaruhi sebagian tokoh pendiri negeri ini. Sebuah upaya menaklukkan bangsa Muslim terbesar di dunia (Sabili, 9/2-2006).
Dalam buku Jejak Freemason & Zionis di Indonesia disebutkan bahwa gedung Bappenas di Taman Surapati dulunya merupakan tempat para anggota Freemason melakukan peribadatan dan pertemuan. Gedung Bappenas di kawasan elit Menteng, dulunya bernama gedung Adhuc Stat dengan logo Freemasonry di kiri kanan atas gedungnya, terpampang jelas ketika itu. Anggota Freemason menyebutnya sebagai loji atau rumah setan. Disebut rumah setan, karena dalam peribadatannya anggota gerakan ini memanggil arwah-arwah atau jin atau setan, menurut data-data yang dikumpulkan penulisnya Herry Nurdi, Freemasonry atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda masuk ke Indonesia dengan beragam cara. Terutama lewat lembaga masyarakat dan pendidikan. Pada mulanya gerakan itu menggunakan kedok persaudaraan kemanusiaan, tidak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat. Dalam buku tersebut disebutkan, meski pada tahun 1961, dengan alasan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, Presiden Sukarno melakukan pelarangan terhadap gerakan Freemasonry di Indonesia. Namun, pengaruh Zionis tidak pernah surut. Hubungan gelap 'teman tapi mesra' antara tokoh-tokoh bangsa dengan Israel masih terus berlangsung.
Zionis-Yahudi mengakar kuat di Indonesia. Melalui antek-anteknya yang ada di Indonesia, mereka berhasil menguasai sektor ekonomi, terutama bidang perbankan dan merasuki budaya Indonesia. Ridwan Saidi, sejarawan Betawi, mengaku prihatin dengan kondisi umat saat ini. Sebab, banyak umat yang masih tidak percaya gerakan Zionis-Yahudi. Bahkan sebagian kaum Muslimin memandang tudingan gerakan Zionis-Yahudi sebagai sesuatu yang mengada-ada. Padahal, dampak dari gerakan Zionis ini sangatlah merugikan kaum Muslimin bahkan umat manusia.
"Siapa bilang tidak ada gerakan Zionis-Yahudi di sini. Ada dong, sebab akarnya terlalu kuat di Indonesia. Mereka masuk sejak zaman Hindia Belanda," ujar pria yang puluhan tahun meneliti dan mengkaji gerakan Zionis-Yahudi itu. Benarkah akar Zionis-Yahudi begitu kuat di Indonesia? Apa saja indikasi dan buktinya? Memang, tak mudah melacak jejak gerakan berbahaya ini di Indonesia. Apalagi selama ini, Zionis-Yahudi, memang gerakan tertutup. Aktivitas mereka berkedok kegiatan sosial atau kemanusiaan. Namun sasaran dan tujuannya sangat jelas: Merusak kaum lain. Ibarat orang yang sedang buang angin dengan pelan: tercium baunya, tapi tak nampak wujudnya. Tidak mudah mengendus dan mendeteksi mereka. Namun dengan membuka-buka catatan sejarah, kabut dan misteri seputar jaringan Zionis-Yahudi di Indonesia akan terbuka lebar.
Gedung Bappenas

Gedung BAPPENAS, dulu Loji Adhucstat
Gedung dan bangunan ternyata tak hanya memiliki estetika, namun juga menyimpan sejarah peradaban, tak terkecuali gerakan Zionis-Yahudi di Indonesia. Dari sejumlah dokumen sejarah, tidak sedikit gedung-gedung yang berdiri dan beroperasi saat ini yang ternyata dulunya pernah menjadi pusat pengendali gerakan Zionis-Yahudi di Indonesia. Satu di antaranya adalah gedung induk yang saat ini dipakai pemerintah untuk kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam buku "Menteng Kota Taman Pertama di Indonesia" karangan Adolf Hueken SJ, disebutkan, awalnya gedung yang kini berperan penting merencanakan pembangunan Indonesia itu adalah bekas loge-gebouw, tempat pertemuan para vrijmetselaar (kaum Freemason). Loge-gebouw atau rumah arloji sendiri adalah sebuah sinagoga, tempat peribadatan kaum Yahudi. Dulu, kaum Yahudi memakainya untuk tempat "sembahyang" atau "ngeningkan cipta" kepada Tuhan. Karena tempat itu sering dipergunakan untuk memanggil-manggil roh halus, maka masyarakat Indonesia sering menyebut loge atau loji sebagai rumah setan.
Sementara Vrijmetselarij adalah organisasi bentukan Zionis-Yahudi di Indonesia (Dulu Hindia Belanda). Ridwan Saidi dalam bukunya "Fakta dan Data Yahudi di Indonesia" menuliskan bahwa pimpinan Vrjmetselarij di Hindia Belanda sekaligus adalah ketua loji. Vrijmetselarij bukanlah organisasi yang berdiri sendiri. Ia merupakan bentukan dari organisasi Freemasonry, sebuah gerakan Zionis-Yahudi internasional yang berkedudukan di London, Inggris.
Pada tahun 1717, para emigran Yahudi yang terlempar ke London, Inggris, mendirikan sebuah gerakan Zionis yang diberi nama Freemasonry. Organisasi inilah yang kini mengendalikan gerakan Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Bandingkan lambang Freemason (di sisi kiri) dengan lambang VOC (di sisi kanan) yang memiliki kemiripan. Dalam kenyataannya, gerakan rahasia Zionis-Yahudi ini selalu bekerja menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik, ekonomi dan sosial negara-negara yang di tempatinya. Mereka ingin menjadi kaum yang menguasai dunia dengan cara merusak bangsa lain, khususnya kaum Muslimin. Mereka sangat berpegang teguh pada cita-cita.
Tujuan akhir dari gerakan rahasia Zionis-Yahudi ini, salah satunya, adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman yang terletak di Masjidil Aqsha, daerah Al-Quds yang sekarang dijajah Israel. Target lainnya, mendirikan sebuah pemerintahan Zionis internasional di Palestina, seperti terekam dari hasil pertemuan para rabbi Yahudi di Basel, Switzerland. Seperti disinggung di atas, gedung Bappenas memiliki sejarah kuat dengan gerakan Zionis-Yahudi.
Tentu, bukan suatu kebetulan, jika lembaga donor dunia seperti International Monetary Fund (IMF) yang dikuasai orang-orang Yahudi sangat berkepentingan dan menginginkan kebijakan yang merencanakan pembangunan di Indonesia selaras dengan program mereka. Satu per satu bukti kuatnya jejak Zionis-Yahudi di Indonesia bermunculan. Jejak mereka juga nampak di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat dengan berbagai gedung pencakar langitnya.
Menurut Ridwan Saidi, semasa kolonial Belanda, Jalan Medan Merdeka Barat bernama Jalan Blavatsky Boulevard. Nama Blavatsky Boulevard sendiri tentu ada asal-usulnya. Pemerintah kolonial Belanda mengambil nama Blavatsky Boulevard dari nama Helena Blavatsky, seorang tokoh Zionis-Yahudi asal Rusia yang giat mendukung gerakan Freemasonry.

Siapa Blavatsky?
Helena Blavatsky
Pada November 1875, pusat gerakan Zionis di Inggris, Fremasonry, mengutus Madame Blavatsky—demikian Helena Balavatsky biasa disebut—ke New York. Sesampainya di sana, Blavatsky langsung mendirikan perhimpunan kaum Theosofi. Sejak awal, organisasi kepanjangan tangan Zionis-Yahudi ini, telah menjadi mesin pendulang dolar bagi gerakan Freemasonry. Di luar Amerika, sebut misalnya di Hindia Belanda, Blavatsky dikenal sebagai propagandis utama ajaran Theosofi. Pada tahun 1853, saat perjalanannya dari Tibet ke Inggris, Madame Blavatsky pernah mampir ke Jawa (Batavia). Selama satu tahun di Batavia, ia mengajarkan Theosofi kepada para elite kolonial dan masyarakat Hindia Belanda. Sejak itu, Theosofi menjadi salah satu ajaran yang berkembang di Indonesia. Salah satu ajaran Theosofi yang utama adalah menganggap semua ajaran agama sama. Ajaran ini sangat mirip dan sebangun dengan pemahaman kaum liberal yang ada di Indonesia.
Menurut cerita Ridwan Saidi, di era tahun 1950-an, di Jalan Blavatsky Boulevard (kini Jalan Medan Merdeka Barat) pernah berdiri sebuah loji atau sinagoga. Untuk misinya, kaum Yahudi memakai loji itu sebagai pusat kegiatan dan pengendalian gerakan Zionis di Indonesia. Salah satu kegiatan mereka adalah membuka kursus-kursus okultisme (pemanggilan makhluk-makhluk halus). "Jika saat ini saham mayoritas Indosat dikuasai Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi Yahudi asal Singapura, maka itu sangat wajar. Sebab dulunya Indosat adalah sinagoga dan kembali juga ke sinagoga," ujar mantan anggota DPR yang pernah menginjakkan kakinya ke Israel tersebut.
Tradisi Merantau
Sudah menjadi tradisi hidup kaum Zionis-Yahudi untuk merantau. Tidak ada daerah yang tidak mereka rambah. Di luar Jakarta, kaum Yahudi menetap di daerah Bandung, Jawa Barat. Pengamat Yahudi asal Bandung, HM Usep Romli mengatakan, mereka masuk Bandung sejak tahun 1900-an. Untuk meredam resistensi masyarakat Bandung, mereka masuk melalui jalur pendidikan dengan berprofesi sebagai guru. Kebanyakan dari mereka adalah pengikut aliran Theosofi, kaki tangan gerakan Freemasonry Internasional.
Tempat kumpul mereka berada di sebuah rumah yang terletak di dekat Jalan Dipati Ukur. Masyarakat menyebut rumah itu sebagai rumah setan. "Dulunya, kawasan Dipati Ukur adalah tempat tinggal orang-orang Belanda dan tempat berkumpulnya kaum terpelajar, baik dari Belanda maupun pribumi. Itulah kenapa jika ditengok kawasan Dipati Ukur saat ini, banyak sekali berdiri lembaga-lembaga pendidikan, termasuk Universitas Padjajaran (Unpad). Namun saya tidak tahu di mana tepatnya markas kaum Theosofi tersebut," ujar Usep.
Pada dasarnya, mereka tidak mengalami kesulitan menjajakan pemahamannya karena berpenampilan lembut, sopan dan ramah. Karenanya banyak masyarakat yang simpati dan tertarik dengan mereka. Sampai-sampai banyak masyarakat mengultuskan ucapan dan ajaran mereka, hingga mengikuti ritual agama Yahudi. "Tanpa disadari ajaran Zionis masuk ke hati dan pikiran masyarakat Bandung dan tumbuh menjadi suatu ajaran yang kuat," tandas Usep. Khusus di Surabaya, kaum Yahudi membentuk komunitas sendiri di beberapa kawasan kota lama, seperti Bubutan dan Jalan Kayon. Di Jalan Kayon No 4, Surabaya, hingga kini berdiri sebuah sinagog, tempat peribadatan kaum Yahudi. Selama ini gerakan mereka tidak mudah terdeteksi masyarakat karena mereka berkedok yayasan sosial dan amal.
Antek-Antek
Panah beracun Zionis-Yahudi terus dilepaskan dari busurnya dan terus mengenai sasarannya. Setelah menunggu satu dekade, kini mereka sedang memanen buahnya. Melalui antek-anteknya di Indonesia, kaum Zionis-Yahudi "menyetir" dunia politik, sektor ekonomi, terutama bidang perbankan dan jaringan telekomunikasi. Transaksi saham menjadi modal ampuh mengendalikan Indonesia. Singtel, perusahaan telekomunikasi milik orang Yahudi yang berkedudukan di Singapura misalnya, tahun lalu, berhasil menguasai kepemilikan PT Indosat, sebagaimana diungkapkan Ridwan Saidi. Mereka berhasil menjadi pemegang saham terbesar dan berhak mengatur arah kebijakan Indosat ke depan. Komunikasi Indonesia, melalui Indosat misalnya, dalam kendali Yahudi?
Bandingkan lagi logo Indosat (di sebelah kiri) dengan logo bintang David sebagai lambang negara Israel (di sebalah kanan) yg mirip bentuknya. Hal serupa terjadi dalam dunia pemberitaan. Bhakti Investama, sebuah perusahaan yang sebagian sahamnya milik George Soros, seorang Yahudi yang pada tahun 1998 mengacak-acak ekonomi Indonesia. Dengan membeli saham, dia mulai memasuki industri media di Indonesia Ritel juga menjadi sasaran utama mereka. Philip Morris, sebuah perusahaan rokok dunia milik seorang Yahudi asal Amerika menguasai kira-kira sembilan puluh persen saham perusahaan rokok PT Sampoerna. Ia pun berhak mengendalikan bisnis perusahaan rokok ternama di Indonesia itu.
Bidang budaya tak luput dari garapan mereka. Untuk menjauhkan Islam dari agamanya, mereka masuk ke dalam kebatinan Jawa. Kuatnya akar Freemasonry dapat dilihat dari mantra-mantra memanggil roh halus atau jin yang memakai bahasa Ibrani, bahasa khas kaum Yahudi. Bau Zionis-Yahudi juga tercium tajam di dunia perjudian. Dadu yang sering dipakai dalam permainan judi bermata hewan Zionis. "Ini fakta. Oleh sebab itu saat menerima laporan dari bawahannya tentang kuatnya akar Zionisme-Yahudi di Indonesia, Hitler, pemimpin NAZI langsung mengirim pasukannya ke Hindia Belanda untuk memerangi mereka," ujar Ridwan. Jelas, gerakan Zionis-Yahudi bukanlah gerakan fiktif atau mengada-ada. Ia benar-benar nyata dan terus akan bergerak sampai cita-citanya tercapai: Menguasai dunia.
Di bawah ini beberapa bukti bahwa kehadiran mereka di Indonesia sejak dari zaman VOC sampai sekarang masih berkesinambungan, bahkan semakin jelas eksistensi mereka seperti nampak dalam simbol-simbol yang merupakan bukti peninggalan dan kehadiran mereka.
Bundaran Air Mancur Hotel Indonesia yang telah direnovasi dengan tema sentral CAHAYA (Lucifer). Dari atas terlihat bagai sebuah mata (Horus) di pusat Ibukota. (Sumber Google Earth)

Serupa Tapi Tak Sama

Peta pusat wilayah elit Menteng, Jakarta Pusat setelah diputar 180 derajat, di mana sebelah bawah adalah arah utara. Salah satu bangunan yang berada di dalam kepala binatang bertanduk atau Baphomet adalah lokasi Loji Adhucstat atau yang kini dijadilan Gedung BAPPENAS

Tugu Monumen Nasional. Obelisk
Obelisk
Obelisk sebagai simbol dominasi Iblis atas bumi ini, kehadiran beberapa obelisk tertentu (di lokasi tertentu juga) merupakan "tanda tangannya". Diketahui bahwa obelisk di Washington DC merupakan simbol penguasaan Iblis atas EKONOMI dunia; obelisk di Luxor, Mesir, merupakan simbol penguasaan Iblis atas PEMERINTAHAN dunia; dan obelisk di Vatican, Roma - Italia, merupakan simbol penguasaan Iblis atas AGAMA dunia. Ekonomi, Pemerintahan, dan Agama dunia penguasaannya diwakili oleh ketiga obelisk tersebut.
Penjelasan detail mengenai hal tersebut akan mencengangkan siapapun. Bahwa benda-benda mati yang disembah dan dihormati ternyata berunsurkan kekuatan-kekuatan spiritual yang tidak main-main, dan dipercaya (sebagai tradisi ritual) oleh mereka yang dianggap sangat "berwawasan sekuler" sekalipun. Dan obelisk adalah salah satunya, bukan satu-satunya. Masih begitu banyak "kehadiran" yang misterius disekitar kita, bahkan hal-hal yang telah akrab dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti misalnya Rotary dan Lions Club.
Rotary Club dan Lions Club
Rotary Club didirikan di kota Chicago, pusat Zionis Inter¬nasional, terletak di wilayah Illionis, negara bagian Amerika Serikat, dikepalai oleh Paul Harris.
Rotary sebenarnya adalah pengganti dari organisasi rahasia Freemason yang diharapkan dapat menghilangkan salah paham dan menunjukkan kepada umum bahwa tujuan club tersebut adalah untuk menyuburkan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh para anggotanya di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, baik pada tingkat nasional maupun intemasional. Selain itu juga hendak menampakkan kegiatan kemanusiaan, guna menciptakan hubungan baik di antara berbagai macam golongan dan untuk membuktikan bahwa club tersebut hanya semata melakukan kegiatan kemanusiaan, kebudayaan, dan sosial, dan menjauhkan diri dari masalah keagamaan serta politik.
Kata Rotary oleh para anggotanya ditafsirkan dengan pengertian bergilir atau bergantian. Karena para anggota bergantian untuk ditempati pertemuan. Padahal tujuannya yang tersembunyi adalah bahwa kata Rotary ini dimaksudkan sebagai ganti dari Freemason karena rahasianya pernah terbongkar pada konggres Zionis di Basel, Switzerland pada tahun 1897 dan juga telah tersebarnya rahasia Protokol para tokoh Zionis.
Seandainya kata Rotary kita artikan dengan bergilir, maka di sini kata bergilir itu mempunyai pengertian mengitari titik pusat, dan titik pusatnya ini adalah Haikal Sulaiman, yang merupakan bangunan suci bagi kaum Freemason yang terletak di kota Quds (Yerussalem). Pertemuan pertama di adakan di tengah-tengah sejumlah besar anggota Yahudi Freemason.
Lions Club didirikan oleh Malvin Joqes, seorang pengacara Amerika. Lions Club mengadakan konggres pertama tahun 1918 yang dihadiri oleh 22 orang Yahudi Freemason. Konggres ini diadakan di kota Chicago. Orgamsasi ini merupakan bagian dari gerakan Zionis dan Freemason. Kedudukan kantor Lions Club berada di pusat Rotary Club dan kantor cabang Bahaiyah Amerika. Kemudian pusat Lions Club pindah ke New York lalu ke Washington, yang merupakan pusat-pusat kegiatan Yahudi.
Kata Lions berarti singa, maksudnya pengawal Haikal dan penjaga bangunan Haikal Sulaiman yang berada di salah satu bagi Masjidil-Aqsha. Organisasi ini merupakan gerakan baru Freemason yang tujuannya sama dengan Freemason. Tetapi secara formal Lions Club menyatakan bahwa tujuan organisasinya ialah untuk memberi pelayanan kepada masyarakat dan saling memupuk saling pengertian internasional: Slogan ini merupakan - kata-kata yang manis, tetapi mengandung tujuan-tujuan rahasia yang berbahaya. Tujuan rahasia itu ialah merealisir impian Zionis dan Freemason untuk memusnahkan semua bangsa dan pemerintahan non-Yahudi, kemudian mendirikan pemerintahan Yahudi Internasional.
Bila kita telusuri di Internet dengan search engine Google untuk mengetahui keberadaan Rotary dan Lions Club di Indonesia, kedua club tersebut sudah ada di bebarapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, Jogya, Semarang dan Medan dan Palembang
Sekedar untuk mengingatkan kita kembali bahwa Freemasonry merupakan nama baru dari sebuah perkumpulan rahasia penyembah setan tertua, didirikan oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada 37 M dan dalam perjalanannya yang sangat panjang, pada tahun 1777 diinfiltrasi oleh Bavarian Illuminati dan akhirnya pada tanggal 16 Juli 1782 bertempat di Wilhelmsbad dikukuhkan penyatuannya dengan pengaruh Illuminati mendominasi perkumpulan rahasia tersebut.
Counter culture
Bidang budaya yang mereka garap dewasa ini a.l. melalui musik, olah raga yang disponsori pabrik rokok yang notabene sudah dikuasai 90% sahamnya oleh Phillip Morris, getol mengadakan berbagai event dan nampaknya mereka berhasil melakukan counter culture merubah pola-pikir dan akhlak generasi muda menjauh dari ajaran Islam, termasuk menyebar-luaskan miras, narkoba dan pornografi yang dalam skala dunia dikuasai Yahudi (0,001% dari jumlah penduduk dunia) bertanggungjawab atas penyebar-luasan 90% pornografi, seperti diterbitkannya majalah Playboy dalam bahasa Indonesia, menyeruaknya kasus video mesum Luna Maya – Ariel termasuk upaya-upaya mereka yang boleh dibilang berhasil, penyedia permainan-permainan, rekreasi-rekreasi pengumbaran hawa nafsu dlsb dengan tujuan untuk mengalihkan perhatian orang, yang dalam melaksanakannya dibantu peran media massa dan pers yang 95% lebih sudah dikuasai Zionis, sebagaimana ditegaskan dalam Bab 12 dan 13 The (Decoded) Illuminati’s Protocols of the Learned Elders of Zion.
Asal-muasal Zionis
Mari kita renungkan bersama firman Allah Azza wa Jalla di bawah ini:

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
“Orang-orang yang beragama Yahudi dan orang-orang yang beragama Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu (orang yang beragama Islam) mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (Al-Baqarah 2:120)
Yahudi dan Nashrani pada ayat di atas yang dimaksud adalah ahli kitab yang kafir. Ahli kitab Yahudi kemudian dalam pengasingan di Assyiria pada k.l. abad ke-enam SM berkolaborasi dengan para penyembah berhala, penganut agama Sabi’in dan Majusi yang melahirkan ajaran Yahudi-Qabbalah dengan kitab Taurat yang sudah diubah dan Talmud, dimana untuk pertamakali Zionisme di gagas.
Yahudi yang dimaksud ayat di atas bukanlah bangsa demikian juga Nashrani melainkan agama. Pengertian Yahudi sebagai agama dan bangsa memang merupakan sesuatu hal yang disengaja oleh pelaku konspirasi dengan tujuan untuk dimanfaatkan dalam merealisasikan kepentingan dan tujuannya, hal tersebut dilakukan pada tahun 1775, setahun menjelang Bavarian Illuminati didirikan oleh Adam Weishaupt.

Asal-usul kata Jew atau Yahudi
Sebelumnya kita tidak akan menemukan kata-kata Yahudi atau Jew dalam kosa-kata bahasa Inggris dimuat dalam Bibel, kecuali bahasa Latin "Iudaeus" yang dimasukkan ke dalam bahasa Inggris secara berurutan: "Gyu," "Giu," "Iu," "Iuu," "Iuw," "Ieuu," "Ieuy," "Iwe," "Iow," "Iewe," "Ieue," "Iue," "Ive," "Iew," dan kemudian akhirnya pada abad ke-18, "Jew." Banyak padan kata bahasa Inggris awal untuk kata "Jews" sampai dengan abad ke- 14 adalah "Giwis," "Giws," "Gyues," "Gywes," "Giwes," "Geus," "Iuys," "Iows," "Iouis," "Iews," dan kemudian juga pada akhirnya dalam abad ke-18, "Jews."
Albert Pike

Bukankah dengan dipahaminya kata Yahudi sebagai bangsa dan agama baik oleh orang Islam maupun manusia pada umumnya secara sadar atau tidak telah masuk ke dalam perangkap konspirasi yang memang dengan sengaja untuk mengggiring manusia ke dalam rencana yang sudah dipersiapkan oleh Albert Pike, ketua Illuminati Amerika juga The Scottish Rite of Freemasonry yang dalam rencananya menegaskan sbb:

.. "Perang Dunia Ketiga dihasut dengan memanfaatkan perselisihan-perselisihan antara Politik Zionis dengan Para Pemimpin Dunia Islam yang digerakkan oleh para agentur Illuminati. Peperangan diarahkan sedemikian rupa dengan mengadu-domba Islam dengan egara Israel) yang akan saling menghancurkan, sementara pada waktu yang bersamaan negara-negara lainnya, dipecah-belah untuk saling bertentangan satu-sama lain dalam masalah ini, mereka akan dipaksa untuk berperang sampai kepada sebuah keadaan keleletihan yang paripurna baik secara pisik, mental, spiritual maupun ekonomi." ...
Giuseppe Mazzini

Pernyataan tersebut di atas disampaikan dalam suratnya kepada Giuseppe Mazzini dari Italia, ketua Illuminati Eropa yang juga pendiri MAFIA (Mazzini Autorizza Furti, Incendi, Avvelenamenti - Mazzini Authorizes Thefts, Arson, Poisoning), pengganti Adam Weishaupt, pada tanggal 15 Agustus 1871.
Masihkah kita tidak menyadari atau tidak mau tahu, bahkan tidak percaya padahal realitas keseharian kita yang sarat dengan bukti keberhasilan para pelaku makar atau konspirasi penganut agama Yahudi-Freemasonry-Illuminati yang sudah sejak jauh-jauh hari mereka rencanakan yang digambarkan dalam cetak biru mereka The (Decoded) Illuminati’s Protocols of the Learned Elders of Zion atau Protokol Illuminati. Ataukah menunggu menjadi korban mereka, murtad tanpa sadar sebagaimana yang dilakukan oleh para useful idiots yang menjadi kaki-tangannya di berbagai belahan dunia. Nau’udzubillah.
Oleh sebab itu, kaum Muslimin harus terus memperkuat diri dengan ajaran Islam dan kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dengan menjauhi bid’ah sebagaimana pesan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Tidak boleh lengah atau lalai sedikit pun. Tetap waspada, jangan mudah termakan dengan pikiran atau paham bebas, karena isme Sekuler semuanya berasal dari mereka, dan rapatkan barisan, adalah modal kuat untuk melawan mereka. Dan, tak kalah pentingnya, adalah memperkuat dan mengembangkan jaringan dan gerakan yang sedang kita bangun!
Allahu’alam
Referensi:
1. http://www.swaramuslim.net/
2. The (Decoded) Illuminati’s Protocols of the Learned Elders of Zion, oleh Doc Marquis
3. Rahasia Gerakan Freemasonry dan Rotary Club oleh Muhammad Fahim Amin, cetakan ke-3, al-Kautsar 1993
4. http://www.akhirzaman.info
5. 0.001% of the world's population are responsible for 90% of the pornography, dari: http://iamthewitness.com/DarylBradfordSmith_porn.html
6. The Conspirator’s Hierarchy, The Committee of 300, 4th edition, Revised and Updated, oleh Dr. John Coleman, 2006
7. Origin of the Word Jew oleh Willie Martin dari: http://www.israelect.com/reference/WillieMartin/OriginoftheWordJew.htm
8. The Mafia and Freemasonry, dari: http://www.freemasonrywatch.org/mafia.html
9. Terrorism and the Illuminati, A Three Thousand Year History, oleh David Livingstone, 2007
10. The The Jacatra Secret , Misteri Satanic Symbols di Jakarta, oleh Rizki Ridyasmara, Cet. I, Nopember 2009,

Illuminati

Adam Weishaupt adalah sosok manusia yang paling dikenal di kalangan Zionis dan Freemason. Tidak ada revolusi apa pun pada abad ini kecuali dihubungkan dengan nama dan cita-citanya. Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik Rusia; selalu berakhir pada mata rantai pemikiran dan strategi brilian dari pemikirannya.

Pada awalnya, dia adalah seorang pastor Katolik yang kemudian membelot menjadi pelopor yang paling gigih dalam menentang agama Kristen serta agama lainnya. Gerakan rahasia Illuminati berkembang dengan jaringan yang "menggurita" dikarenakan dukungan dari keluarga Rothchild. Meyer Amschel Rothchild (1743-1812) merupakan tokoh perbankan yang sangat dominan di Jerman dan disebut sebagai dinasti, karena keturunannya memegang jaringan kerajaan dunia perbankan di Eropa dengan ambisi- ambisinya untuk menguasai perekonomian dunia. Salah satu ucapan Rothchild yang terkenal adalah:

"Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa (give me control over a nations economic, and I don't care who writes its laws)."

Motto Rothchild ini memberikan kekuatan serta dorongan seluruh anggota Illuminati untuk tidak melewatkan segala aspek yang menggiring mereka pada diktator ekonomi yang mampu menguasai dan mengendalikan pemerintahan di pelosok dunia. Bahkan, salah satu Presiden Amerika ke-20, yaitu James Abram Garfield yang juga anggota Illuminati berkata:

"Barangsiapa mengendalikan uang atau perekonomian suatu bangsa, maka ia akan menguasai bangsa tersebut (whomever that control the money or economic of nation, they would control the nation too)."

Adam Weishaupt juga seorang Jesuit, profesor di bidang hukum dan mengajar di Universitas Ingoldstadt, Bavaria, Jerman, sampai tahun 1770. Kekecewaan dirinya terhadap dogma-dogma Kristen Katolik menyebabkan dirinya keluar dari jabatannya sebagai pastor dan mulai mengabdikan diri pada gerakan Zionis untuk mendirikan satu pemerintahan dunia (one world government) yang akan menegakkan martabat manusia dengan menghapuskan agama di muka bumi, kecuali paham setan (abolition of all religion, except satanism).
Jabatannya sebagai pastor dan Jesuit ditinggalkannya karena merasa bertentangan dengan pemikirannya yang bersifat kosmopolitan dan universalitas. Hal ini merupakan awal dari terbentuknya ordo Illuminati. Dikatakan oleh Albert G. Mackey:

"Weishaupt yang berpandangan kosmopolitan yang mengetahui ajaran tahayul para pastor yang sewenang-wenang di bidang hukum, telah mendirikan partai oposisi di Universitas. Ini adalah awal rencana Illuminati atau 'penerangan'. (Weishaupt whose views were cosmopolitan and who new condemned the bigotry and supertision of the priest, established opposing party in the university. This is the beginning of the order of Illuminati or the enlightened)."

Setelah keluar dari gereja Katolik, dia mendirikan jaringan konspirasi baru yang disebut dengan Lucifer Conspiracy serta Gereja Setan (The Synagogue of Satan). Menurutnya, setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Setan sebagai makhluk telah mendapatkan pengampunan Tuhan dan sebagai bukti penebusannya setan ingin menyelamatkan manusia. Ajaran ini ditanamkan kepada para anggota Iluminasi bahwa paham Satanism merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global (Satanism is about the evolution of humanity and the promotion of freedom on individual and global scales).7

Selama lima tahun dia menyusun buku yang berjudul The Novus Ordo Seclorum yang berisi konsep-konsep, doktrin, serta teori tentang pemerintahan global. Buku tersebut selesai pada tanggal 1 Mei 1776. Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan Komunis di seluruh dunia. Menurut Myron Pagan, langkah-langkah strategis yang ditulis Weishaupt untuk mewujudkan ambisinya tersebut antara lain, sebagai berikut.

  1. Illuminati harus menguasai para pejabat tinggi pemerintahan dari beberapa tingkatan jabatan, bila perlu dilakukan cara-cara kotor dengan menyogok, baik dengan uang maupun perempuan. (Monetary and sex bribery was to used to obtain control of men already in high places in the various levels of all governments and other field of endeavor).
  2. Illuminati melakukan perekrutan terhadap aktivis mahasiswa yang potensial, yang mempunyai bakat dan dari keturunan yang unggul untuk dilatih sebagai anggata Illuminati yang prospektif di masa depan. (The Illuminati who were on the faculty of colleges and universities were to cultivate students processing exceptional mental ability and who belong to well-bred families with international leanings and recommend them for special training in internationalism).
  3. Mereka yang sudah terperangkap dalam jaringan Illuminati, termasuk mahasiswa yang telah dilatih dan diberikan pengetahuan khusus tentang dunia internasional, serta cita-cita Illuminati akan dijadikannya sebagai agen Illuminati di beberapa negara dan ditempatkan sebagai staf ahli atau spesialis yang mendampingi pejabat kunci pemerintah. (All influential people who were trapped to come under the control of Illuminati, plus the students who had been specially educated and trained, were to be used as agents and placed behind the scenes of all governments as experts and specialist).
  4. Illuminati akan menguasai seluruh saluran media massa, baik media elektronik maupun cetak, memiliki dan mengontrolnya pemerintah sedemikian rupa sebagai satu-satunya solusi sehingga mampu membentuk opini publik. (They were to obtain absolute control of the press so that all news and information could be slanted to convince the masses that a one word government is the only solution to our many and varied problems. They were also to own and control all the national radio and TV channels).
Pemikiran Weishaupt dikembangkan pula pada pola pemikiran filosof Friedrich W Nietzsche yang mengkampanyekan slogan "God is dead!" sebagai salah satu bentuk serangan terhadap agama Kristen. Dogma Kristen yang mempertuhankan Yesus adalah jiwa budak yang harus dibebaskan. Manusia hanya akan menjadi "manusia" selama dia bebas, kuat, dan melepaskan diri dari jerat dogma agama.

Keanggotaan Illuminati sangat selektif, yaitu semua anggotanya berkualifikasi sampai ke tingkat atas yang didasarkan pada keunggulan fisik dan intelektual (bibit, bobot, dan bebet). Para anggotanya terdiri atas orang-orang penting di pemerintahan, para ahli keuangan yang mampu mengendalikan sistem perekonomian seluruh negara.

Untuk menjaga kerahasiaan, setiap anggota dikategorikan dalam beberapa.tingkat, di mana tingkat yang satu tidak dapat mengetahui anggotanya di tingkat yang lain. Para anggota Illuminati diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan dan dikelompokkan dalam tiga kategori besar, yaitu sebagai berikut.
Tingkat Pertama Tingkat Kedua Tingkat Ketiga
Man of Earth Lovers Hermit
Birth Life Death
Neophyt Adept Master

Keanggotaan Illuminati yang ditampung melalui organisasi freemason mencakup seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelacur, pengedar obat, artis, agamawan, intelektual sampai para pemimpin pemerintahan. Para anggotanya ini sangat "ahli" dalam mempercepat kerusuhan serta pergolakan politik di setiap negara. Berbagai revolusi mereka rekayasa, mulai dari Revolusi Perancis, Revolusi Rusia Bolshevik, sampai tata cara untuk menggulingkan sebuah pemerintahan yang dianggap menghambat jaringan organisasinya, selalu saja ada keterlibatan pemikiran Illuminati.

Pokoknya, tidak ada gerakan revolusi, reformasi, dan evolusi kecuali diamati dengan saksama oleh para tokoh puncak yang disebut dengan grand master atau dalam kelompok freemason termasuk dalam tingkat ketiga.

Pada tahun 1785, seorang anggota Illuminati (ordo anti-Christ) yang bernama Lanze tertangkap di Ratisbon, Jerman, pada saat membawa dokumen rahasia yang akan diserahkan ke Grand Orient cabang Illuminati di Perancis. Dokumen tersebut berisi rencana Revolusi Perancis yang harus dilaksanakan tahun 1789. Dokumen tersebut tersimpan dengan baik sampai saat ini di musium Munich.

Tahun 1848, Karl Marx menulis Manifesto Komunis yang dipandu dan di arahkan oleh satu grup tingkat atas dari Illuminati. Pada saat yang sama, anggota Iluminasi lainnya, yaitu Profesor Karl Ritter membuat anti tesis yang seakan-akan menantang buku Karl Marx. Padahal semuanya itu merupakan bagian dari strategi Illuminati untuk memecah belah masyarakat, dan lebih memudahkan kelompok Illuminati untuk melumpuhkan kedua kelompok yang saling berhadapan tersebut. Kemudian Illuminati memutarbalikkan fakta dan "mencuci" otak kedua kelompok tersebut, lalu disuplainya senjata agar mereka saling memusnahkan satu sama lain.

Tata cara dan gerakan Illuminati tidak mengenal moral, hukum, dan aturan kecuali hanya satu, yaitu aturan yang telah di.tuangkan dalam "protokol" (program) yang dibuat sebagai tata laksana atau prosedur para anggotanya. Mereka mempopulerkan satu hukum dengan menghalalkan segala cara --akhir dari nilai suatu hukum (the end justifies the means)--dan karenanya tidak segan membunuh anggotanya yang berkhianat atau menghalangi laju gerakan jaringannya. Peristiwa pembunuhan para tokoh pemerintahan, termasuk presiden Amerika, seringkali dikaitkan dengan gerakan Illuminati atau Freemason, dan sudah dapat diduga para pembunuhnya tidak pernah diketahui dengan pasti, menjadi misteri, atau disebut pula sebagai dark case; alias tidak bisa diungkap.

Dewasa ini, Illuminati sudah memasuki seluruh kehidupan peradaban bangsa di dunia. Dia melakukan kendali politik dari jarak jauh. Mengadu domba antara rakyat dan pemerintahnya. Semuanya itu dilakukannya dalam rangka melemahkan bangsa tersebut agar menjadi budak "dunia baru" yang dicita-citakannya.

Doktrin Illuminati ialah menjadikan manusia sebagai tuhan dengan kekuatan dari setan Lucifer. Manusia harus bebas dan boleh berbuat apa saja. Ia harus gigih berjuang melawan agama-agama yang ada, terutama Kristen. Itulah sebabnya, mereka membentuk satu ideologi yang sangat kental, sebuah keyakinan yang harus dihayati dan dijadikan bentuk credo 'keyakinan' di kalangan anggotanya.

Tujuan Illuminati hanyalah mendirikan satu pemerintahan yang secara tersembunyi mampu mengatur dunia baru. Mereka tidak perlu menguasai jabatan negara secara formal, tetapi mampu "mencuci otak" (brainwashed) para pengambil keputusannya agar melaksanakan rencana-rencana mereka. Di suatu negara, presidennya dapat saja orang yang non Yahudi (goyim), tetapi jiwa pemerintahan, struktur budaya, serta perekonomiannya harus tunduk dan diperbudak oleh sistem Illuminati Yahudi. Untuk itu, mereka harus menguasai Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan cara melakukan berbagai lobi tingkat tinggi.

Iluminasi telah menetapkan tujuh prinsip utamanya, yaitu sebagai berikut.

  1. Menghapuskan seluruh pemerintahan yang berorientasi kepada nasionalisme (aboliton of all national government).
  2. Menghapuskan seluruh agama kecuali ajaran setan (abolition of all religions except satanism).
  3. Menghapuskan nilai-nilai kehidupan keluarga --individu harus tunduk kepada kehidupan kolektif, massa, atau partai (abolition of the family).
  4. Menghapuskan hak pemilikan pribadi (abolition of private property).
  5. Menghapuskan nilai pajak yang tinggi (abolition of inheritance by high inheritance taxes).
  6. Menghapuskan-jiwa patriot (abolition of patriotism).
  7. Menciptakan pemerintahan dunia dengan memperalat Perserikatan Bangsa-bangsa yang telah dikuasai kaum Iluminasi (Creation of the world government under the United Nations by Illuminati).
Kemerdekaan manusia tidak pernah akan tercapai selama di belenggu oleh dogma-dogma agama, sebagaimana kerinduan Nietzsche yang memimpikan Ubermensch (manusia unggul) --sebab Illuminati menekankan falsafah kegiatannya kepada kekuasaan. Manusia baru menjadi manusia apabila mereka bebas tanpa ikatan. Manusia baru berdiri di atas kepribadiannya sendiri yang kuat melalui falsafahnya pada "3L" yaitu: life, love, and liberty (hidup, cinta, dan kebebasan) sebagai motto kehidupan yang akan membebaskannya dari "racun" agama. Dalam setiap pembicaraan atau komunikasi, mereka selalu menuliskan, "Cinta adalah hukum dan cinta di bawah kendali keinginan (love is the law, love under will)."

Pemerintahan Dunia Baru adalah tegaknya hukum kebebasan. Kebebasan serta kemauan manusia tidak bisa dibatasi. Mereka yang membatasi kemauan manusia adalah tirani. Oleh karena itu, mereka yang membatasi harus dihancurkan. Bagi kaum Illuminati, tidak ada Tuhan kecuali manusia itu sendiri (there is no God but man). Manusialah yang menentukan segalanya di bawah bimbingan kekuasaan setan Lucifer, sebagaimana lima prinsip anggota Illuminati.suai dengan keinginannya; bermain sesuai dengan keinginannya; dan mati sesuai dengan kehendaknya, yaitu kapan dan bagaimana ia mati.

2. Manusia mempunyai hak untuk memakan apa pun yang6nbsp;sebagai berikut:

  1. Manusia mempunyai hak untuk hidup dengan hukumnya sendiri, yaitu hukum yang memberikan kebebasan hidup, sesuai dengan cara manusia itu sendiri: bekerja s diinginkannya; meminum apa pun yang diinginkannya; bertempat tinggal sesuai dengan kehendaknya, serta berpindah tempat tinggal di mana pun ia suka.
  2. Manusia mempunyai hak untuk berpikir, untuk berbicara, membaca, menggambar, mencat, mengukir bentuk suatu bangunan, sesuai dengan kehendaknya.
  3. Manusia mempunyai hak untuk mencintai yang dikehendakinya
  4. Manusia mempunyai hak untuk membunuh siapapun yang dianggap merintangi kehendaknya.
Manusia adalah tuhan, mempunyai ''roh" tuhan dan berasal dari surga yang bersifat bebas. Manusia harus membebaskan dirinya dari segala ikatan bila ingin menjadi manusia yang suci seperti awal penciptaan mereka. Manusia adalah homo liberalis yang harus berusaha menjadikan dirinya sebagai "tuan" bagi dirinya sendiri (the grand master). Dia harus menuju pada satu bentuk wujud manusia unggul (Ubermensch) sebagaimana yang dicita-citakan Friedrich W. Nietzsche, seorang filosof Yahudi warga negara Jerman yang juga anggota tingkat ke-33 freemason.

Dengan doktrin-doktrinnya yang memikat serta bersifat seculum-matrialis, gerakan Illuminati bertambah subur di dunia Barat (anglo saxon). Di Amerika dipelopori oleh James Abram Garfield, seorang anak muda jenius yang menjadi pahlawan Shilo dalam perang saudara dan atas jasanya tersebut, dia dipromosikan sebagai mayor jenderal, sehingga dia merupakan jenderal paling muda (30 tahun) dalam sejarah Amerika. Garfield adalah angggota Illuminati pada tingkat puncak (grand orient), menjadi anggota Kongres Amerika Serikat selama 17 tahun. Pada Maret 1881, dia terpilih sebagai presiden Amerika paling singkat Tanggal 2 Juli 1881, dia di tembak oleh Charles Guiteau dan pada tanggal 19 September 1881, dia mati secara misterius, kemungkinan dibunuh oleh sesama anggota freemason pula. Sejak itu, setiap presiden Amerika selalu dalam jaringan atau restu Illuminati dan Freemason. Keputusan presiden Amerika telah dikoordinasikan dengan para anggota kongres dan senat, yang juga menjadi angggota Illuminati dengan berbagai tingkatan. Dengan mengendalikan pucuk pimpinan pemerintahan, konglomerat, jurnalis, dan seluruh lapisan masyarakat, pihak Illuminati dapat mewujudkan seluruh rencananya untuk menguasai dunia. Sebagai bukti penghargaan terhadap para Illuminati, didirikanlah sebuah monumen di Washington atas saran seorang anggota Illuminati tingkat puncak (grand orient) yang mempunyai nama sandi Priapic Senuseret. Monumen Washington merupakan simbol Amerika sebagai "setan besar". Pada zaman Revolusi Iran menjadi jargon perjuangan mahasiswa dan Pasdaran.

Seluruh pemikiran, konsep Illuminatii, dikukuhkan dalam Kongres Zionis yang pertama di Bazel Swiss yang dipimpin oleh tokoh Zionis aliran keras (ekstrem), yaitu Theodore Hertzl.Banyak penafsiran tentang arti Jahbulon, walaupun mereka sepakat bahwa Jahbulon adalah bentuk lain dari Tuhan dengan fungsinya seperti juga "Trinitas".

Jah berasal dari bahasa Kaldea artinya 'Tuhan' dan di dalam bahasa Yahudi berarti 'kehendak Tuhan yang tidak terbatas kehendak-Nya'. Kata jah menunjukkan kekuatan yang nyata, harapan masa depan, dan sifat abadi (external existence of the most high).

Bul berasal dari bahasa Syiria artinya 'Tuhan yang mutlak disembah karena mempunyai kekuatan dalam segala hal'.

On diambil dari kebiasaan masyarakat Mesir kuno, yang artinya 'bapak kami yang berada di surga'. Sehingga gabungan dari ketiga komponen bahasa tersebut, Jah-bul-on adalah 'Tuhan yang Mahakuasa dalam segala hal, yang patut disembah karena kekuasaannya tersebut'.

Akan tetapi, ditafsirkan pula bahwa jah artinya 'yahweh'. Bul berasal dari 'baal' dan on mempunyai makna sama dengan Osiris (dewa Mesir kuno). Jadi, Jahbulon adalah gabungan kata antara: yahweh, baal, dan Osiris yang juga merupakan kekuatan dari Tuhan Jehovah.
Jah-Bul-On = Jahwah + Baal + Osiris
Jah Bul On
Kelompok bahasa dari gereja Inggris menyimpulkan penelitiannya bahwa Jahbulon berasal dari tiga huruf alpabetis Yahudi, yaitu a-b-l yang disusun dalam segitiga piramida (Fir'aun), al-Bal artinya 'Tuhan Bapak' dan Lab Bal artinya 'ruh Tuhan' (spirit Lord).

Seluruh nafas Jahbulon adalah sifatnya Jehovah yang harus dimani oleh para pengikut agama Jehovah tersebut --mereka menyebutnya sebagai "saksi Jehovah" (Jehovah witnesses). Gerakan saksi Jehovah semakin pesat dan menjadi pesaing baru dalam dunia Kristiani, khususnya saingan Gereja Katolik Roma. Mengingat bahwa paham Illuminati sangat antidogma dan Kerajaan Roma yang dianggapnya tiran, serta menyesatkan ajaran Kristus yang sebenarnya (anti-Christ).

Kaum Freemason atau Illuminati dan para saksi Jehovah sangat dekat dengan angka dan mistik. Setiap angka dan huruf mempunyai arti dan simbol yang sakral. Monumen Washington yang disebut sebagai "setan besar" (the great satan) terdiri atas 555 kaki tingginya yang menurut huruf Yahudi berati: 5+5+5=15. Dalam susunan alpabet menunjukkan huruf ke-10, yaitu Y (Yahweh, Jehovah) dan huruf ke-5 untuk jah yang melambangkan proklamasi kehadiran "dunia baru".9

Yahweh sebagaimana juga Elohim adalah nama Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Bilangan 10:35. Mereka pun yakin terhadap angka 666, angka 33, dan angka 13 sebagai angka yang mempunyai kekuatan magis.

Oleh karena itu, mereka membuat ramalan-ramalan yang dikaitkan dengan hari kiamat -- the end of time atau the Armageddon - yang sebenarnya bukanlah ramalan melainkan "rencana". Bila mereka mengatakan "Hendaklah waspada pada tanggal enam bulan enam akan terjadi huruhara." Maka untuk mewujudkan ramalannya, mereka merekrut para pengikutnya untuk membuat huru-hara, sehingga masyarakat terpengaruh bahwa seakan-akan ramalannya terbukti dengan tepat.

Gerakan Illuminati dan Freemasonry seringkali dikelompokkan sebagai sekte bid'ah yang menyempal dari ajaran Roma Katolik. Dan dapat ditelusuri dari kesejarahannya yang modern, sejak tumbuhnya kelompok agama Advent10 dan William Miller begitu terobsesi dengan kitab Daniel dan kitab Wahyu, sehingga membuat penelitian bahwa Kristus akan datang ke bumi antara tanggal 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Walaupun perhitungan tersebut tidak terbukti, tetapi para pengikut Advent menafsirkannya secara lain. Dan salah satu golongan Advent yang terkenal adalah "Advent hari ketujuh" (seventh-day Adventist) yang mempercayai bahwa manusia setelah mati, jiwa, dan tubuhnya tersebut dalam keadaan tidur dan akan terjaga di hari kebangkitan.

Kemudian, Yesus akan memerintah selama 1.000 tahun dan semua orang yang tidak percaya akan dimusnahkan. Mereka mengharamkan membaptis anak-anak dan semua anggotanya mengorbankan sepersepuluh dari pendapatannya. Organisasinya sangat rapi dan dilaksanakan oleh para anggotanya dengan penuh suka cita. Di samping pengikut Advent, berkembang pula pemahaman baru yang disebut dengan "saksi Jehovah" yang didirikan oleh Charles Rusle (meninggal 1916) dan oleh Rutherford (meninggal 1942). Mereka merasa yakin bahwa Kristus akan datang ke bumi tahun 1914, sehingga pecahnya Perang Dunia I dihubungkan dengan kitab Wahyu 12: 7-12. Mereka sangat yakin dengan akan datangnya "dunia baru" (novus ordo seclorum). Negara dianggapnya sebagai "alat setan" dan mengharamkan anggotanya untuk ikut dinas militer dan politik.

Penafsiran serta berdirinya berbagai sekte, aliran, organisasi-organisasi di lingkungan Kristen, sangat dimungkinkan; mengingat ayat ayat yang ada di dalam kitab Injil Perjanjian Baru atau Perjanjian Lama penuh dengan dongeng yang terbuka dengan penafsiran.

Edmon Jacob mengatakan:
"Adalah sangat mungkin bahwa apa yang dikisahkan di dalam Perjanjian Lama tentang Nabi Musa dan pemimpin-pemimpin agama Yahudi tidak sesuai dengan yang terjadi dalam sejarah, akan tetapi para tukang dongeng yang dapat membuat kisah secara indah dengan imajinasi untuk merangkai episode...." 11

Dengan demikian, Illuminati memanfaatkan berbagai penafsiran serta kontradiksi diantara agama Yahudi dan Kristen yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama. Adam Weishaupt yang semula adalah seorang pastor Jesuit, tentunya sangat mendalami segala aspek teologi Kristen serta liturgi (peribadatan umat kristen, ed.) yang dialaminya dengan baik selama kesaksiannya sebagai pastor Katolik. Penyebalan dirinya pada gereja.dan mendirikan aliran-aliran bid'ah telah "memperkaya" kontradiksi yang semakin melebar di kalangan Kristen itu sendiri.
  1. Lingkaran berarti tanda kesatuan alam semesta (universum, sphere, dunia, planetarium).
  2. Piramida artinya tanda kekuasaan dewa Osiris: ra dan isis (lambang kuburan Fir'aun yang monumental. Fir'aun mengaku sebagai Tuhan).
  3. Heksagram artinya hexa 'enam', gramma 'tulisan atau gambar' yang merupakan dua piramida terbalik adalah lambang Kerajaan Sulaiman dan bintang Daud yang juga simbol pemerintahan "dunia baru" yang masing-masing sudut mempunyai muatan falsafah: pengetahuan (scire), keberanian (audere), keinginan (velle), kerahasiaan (tacere), kekinian (nouvere, seculare), dan kebebasan (libre).
  4. Angka 33 artinya menunjukkan tingkatan atau degree, sistem kepangkatan bagi para anggota Freemason pilihan.
  5. Angka 13 artinya angka kekuasaan "setan kegelapan" (prince of darkness).
  6. Angka 666 artinya angka yang mempresentasikan universal hexagram, dewa atau Tuhan.
  7. Matahari artinya makrokosmos yang merupakan lambang ke-satuan universal yang suci --the holly union-- atau the Beast 666. 12
Untuk melumpuhkan agama Kristen, para pengikut Illuminati secara terang terangan mengajarkan doktrinnya melalui penyembahan kepada setan. Juga membuat penafsiran radikal yang menjungkir-balikkan keyakinan konvesional yang selama ini dianut oleh umat Kristen. Inti ajaran mereka berpusat pada keyakinan bahwa justru setanlah yang malaikat yang membawa misi untuk membebaskan manusia dari dogma dan tirani gereja. Dengan sangat bangga, mereka mengakuinya sebagai pengikut anti-Kristus dengan menamakan diri sebagai Ordo Antichrist Iluminati (OAI).

Mengapa mereka mengaku sebagai anti-Kristus? Hal itu karena mereka menganggap bahwa para pengikut Kristen konservatif -- sebagaimana yang dikenal saat ini -- serta Kerajaan Roma Katolik telah menyesatkan umat manusia dengan menganggap Yesus sebagai Tuhan. Mereka anti-Kristus dalam pengertian tidak mempercayai "Trinitas" maupun Yesus sebagai "roh suci". Kristus yang sebenarnya justru adalah Jehovah atau Yahweh yang akan segera turun dengan nama Lucifer untuk menyelamatkan umat manusia dan menjadikan satu bumi (uno universum).

Dibentuknya ordo tersebut dimaksudkan pula sebagai alat propaganda anti-Kristus dan memperkenalkan Lucifer sang pembawa cahaya, bintang pagi, dan kesempurnaan, penuh dengan kebijaksanaan, sempurna dalam kecantikannya dan membimbing manusia menuju kesempurnaan sejati bagaikan awal penciptaannya di surga. Umat manusia harus diluruskan kembali keyakinannya. Mereka harus dibebaskan dari "penjara" dogma yang menganggap Yesus sebagai Tuhan. Umat manusia harus mengenal kembali setan sebagai malaikat sejati --kekuatan langit, penguasa bumi (the son of Baphomet; the child of Beast 666). Umat manusia harus diantarkan menuju millennium baru, sebuah peradaban yang hanya satu ordo di bawah kekuatan Iluminasi.

David Cherubim seorang pendeta dari ordo anti-Kristus mengatakan:

"Lucifer akan menyeru umat manusia yang akan menjadikan umat manusia di muka bumi menyembah binatang yang mempunyai lambang '666' dan mengguncangkan agama Kristen, serta agama lainnya untuk menuju millennium baru yang bebas dari ajaran Kristen yang palsu."
(Who shall cause the people of the earth to worship the Beast 666, to forsake religion of Christianity and to spiritually initiate the new millennium "kingdom" of the anti-Christ.)

Ordo anti-Kristus akan membimbing umat manusia menuju kebahagiaan sejati. Jiwa yang melangit melintasi bintang-bintang, dimana mereka akan menemukan cinta, hidup, dan kemerdekaan sejati. Mereka bercita cita untuk melakukan gerakan reformasi total yang menyeluruh. Menghancurkan sistem gereja dan agama-agama di muka bumi, sebagaimana seruan para pemimpin mereka:

"Datanglah kepadaku, wahai semua. Aku adalah anti-Kristus, kita akan melintasi istana bintang-bintang yang semuanya bercahaya dan raihlah kehidupan dan kebebasan." (Come into me, all of you, children of the sun. I'm an anti-Christ, shall uplift to the palace of the stars, where all is light, life and liberty).

Para pelopor ordo harus dipimpin oleh seorang Yahudi. Walaupun tidak semua Yahudi adalah pengikut Illuminati, tetapi para pemimpin Illuminati atau Freemason pastilah seorang Yahudi.

Fanatisme keyahudian mereka tidak bisa diubah. Betapapun mereka menjadi warga negara di suatu negara, tetap saja mereka merasa bangga akan dirinya sebagai "manusia pilihan Tuhan" (the choosen god). Sebagaimana dikatakan seorang tokoh Yahudi, Rabbi Stephen S. Wise, yang juga pemimpin Illuminati di Amerika berkata:

"Saya seorang Yahudi. Saya bukan warga negara Amerika, tetapi warga negara Dunia. Saya menjadi orang Amerika selama 63 tahun, tetapi menjadi seorang Yahudi selama 4000 tahun."

(I am a Jew. I am not an American citizen. I am a citizen of the world. I have been an American for 63 years but I have been a Jew for 4.000 years).

Anggota atau para pemeluk Ordo Antichrist Illuminati (OAI) adalah anak anak "dewa matahari" yang harus mandiri dan mempunyai iman serta keinginan yang kuat akan terwujudnya "dunia baru" di mana dalam era tersebut seluruh umat manusia hidup bagaikan di surga dalam satu semangat anti-Kristus, yaitu terbentuknya: kesatuan bangsa-bangsa dan satu agama. Juga terbentuknya kegigihan untuk melawan seluruh kekuatan agama. Untuk itu, jaringan anggota Freemason dan Illuminatii sebagai komando puncaknya harus menguasai Persatuan Bangsa-bangsa (PBB; United Nations) agar dapat mengendalikan seluruh negara yang ada di muka bumi.
Kebanggaan seorang Yahudi harus tetap ditanamkan dan diindoktrinasikan bahwa mereka adalah "ras unggulan" yang telah dipilih Tuhan. Ucapan Moses Hess (1812-1875) salah seorang tokoh sentral zionis modern berkata:

"Yahudi adalah lebih dari sekadar pengikut suatu agama, tetapi mereka ini adalah satu ras, satu bangsa yang penuh dengan ikatan persaudaraan."

sumber:
http://rykers.blogspot.com/2006/06/iluminati-bagian-1.html
http://rykers.blogspot.com/2006/07/iluminati-bagian-2.html